Alasan Brankas Uang Rusak, Penyidik Ancam Angkut Semua Pegawai Disdik Jeneponto

Penggeledahan terkait dugaan korupsi

Alasan Brankas Uang Rusak, Penyidik Ancam Angkut Semua Pegawai Disdik Jeneponto
Tim khusus pemberantasan korupsi Kejari Jeneponto, Ahmad Jafar (kiri), marah-marah lantaran brankas disebut rusak saat menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Jumat (3/12/2021). (KABAR.NEWS/Akbar Razak).












KABAR.NEWS, Jeneponto - Sebuah brankas diduga tempat menyimpan uang di ruangan Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, tak luput dari penggeledahan penyidik kejaksaan, Jumat (3/12/2021).


Namun, saat penyidik hendak mengeledah, ternyata brankas itu disebut oleh pegawai telah rusak. Hal itu lantas memicu amarah penyidik.


"Sebelumnya waktu serah terima berfungsi tidak?" tanya tim khusus pemberantasan korupsi Kejari Jeneponto, Ahmad Jafar.


Penyidik juga meminta kepada pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto untuk kooperatif dalam penggeledahan ini. "Tolong bantu kami, koperatif lah," pinta dia.


Namun, pegawai bendahara menyebut jika brankas tersebut rusak sejak Januari 2021 ini. Bahkan, penanggung jawab berangkas tersebut tidak berada dilokasi.


"Iya sudah rusak pak," cetus salah satu pegawai. Penyidik meminta untuk mencarikan solusi agar brankas tersebut bisa dibuka.


"Begini saja, tolong bantu kami ini dibuka hubungi siapa yang bertanggung jawab. Kalau alasannya sudah rusak, atau cari orang di luar yang tukang bongkar brankas," jelasnya.


Bahkan, penyidik juga menilai jika orang-orang Dinas Pendidikan Jeneponto diduga menghalangi kerja-kerja kejaksaan. "Mau menghalangi penyidikan, saya bawa semua ke kantor ini," ancam dia.


Sekadar diketahui, pengeledahan tersebut terkait kasus dugaan korupsi dana proyek rehabilitasi sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus tahun 2019 dengan anggaran Rp39 miliar.


Penyidik kejaksaan telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini. Ketiganya ditahan di Rutan Jeneponto. Jaksa menyebut sudah memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Jeneponto Nur Alam sebagai saksi.


Penulis: Akbar Razak/A