Aktivis Soroti Kerumunan Grand Opening Mini Market di Benteng Selayar

Diangggap melanggar protokol kesehatan

Aktivis Soroti Kerumunan Grand Opening Mini Market di Benteng Selayar
Kerumunan orang saat pembukaa gerai mini market Alfamidi di Benteng, Selayar, Jumat (13/8/2021). (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Selayar - Grand Opening mini market Alfamidi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepualauan Selayar, pada Jumat (13/8/2021) menuai kecaman dari aktivis setempat karena memicu kerumunan masyarakat.


Aktivis Selaya Alam Bachri mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut idealnya cukup berlangsung secara daring, karena dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran virus corona.


"Sangat menyayangkan kegiatan tersebut di tengah kondisi pandemi yang hadir hari ini dan kebijakan pemerintah tentang PPKM justru malah terdapat fenomena yang berbeda dengan dibukanya alfamidi di Selayar," kata Alam Bachri melalui keterangan tertulis.


Dia berpendapat, kerumunan pada launching gerai Alfamidi di Benteng itu sangat ironis karena Kabupaten Selayar saat ini menerapkan PPKM Level 3.

Kerumunan tersebut, lanjut Alam, menunjukkan Pemkab Selayar tidak serius menangani pandemi. Apalagi dihadiri pejabat pemerintah setempat.


"Hanya saja menjadi lucu ketika kita berpikir bahwa pemkab selayar bukannya malah melawan pandemi tapi justru malah mempersilahkan warganya menjadi sasaran dari penyebaran corona virus demi perputaran ekonomi perusahaan yang masuk kategori perusahaan besar," terangnya.


Selain itu, alam yang juga aktivis HMI Cabang Makassar menyinggung kondisi masyarakat kecil yang terdampak pandemi. Tapi, justru pemerintah mempersilahkan retail beroperasi dan memicu kerumunan banyak orang.


"Intinya kita sangat menyayangkan acara grand opening Alfamidi di tengah pandemi yang terlihat memicu kerumunan dan pengunjung berdesakan. Padahal saat ini pemerintah sedang ramai - ramainya melakukan penegakan terhadap PPKM," tegas Pria asal Desa Bontoborusu itu.

"Harusnya kan penegakan terhadap protokol covid itu, jangan hanya tajam ke bawah. Ini kan terkesan ada tebang pilih karena terkadang warung makan dan warkop dibatasi jam bukanya, sementara grand opening Alfamidi dengan mulusnya berlangsung," tandas dia.