Skip to main content

Aksi Hari Anti Korupsi di Bulukumba Disusupi Agenda Politik?

Cakada
Spanduk salah satu bakal calon Bupati Bulukumba, Muhammad Yusuf ST, nampak di aksi Hari Anti Korupsi yang digelar sejumlah aktivis, termasuk HMI, Senin (9/12/2019).


KABAR.NEWS, BULUKUMBA - Sejumlah daerah diwarnai aksi demonstrasi memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, yang jatuh pada Senin (9/12/2019) hari ini. Termasuk di Kabupaten Bulukumba.


Namun, aksi unjuk rasa yang dilakukan aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bulukumba, sempat tercederai dengan adanya penampakan sapanduk 'kampanye' salah satu bakal calon (balon) bupati Bulukumba. 


Dalam aksi yang digelar di depanj Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba  itu, nampak spanduk bertuliskan Wajah Baru Bulukumba 2020, yang merupakan tagline milik salah satu figur bakal calon bupati Bulukumba, Muhammad Yusuf ST. 


Tulisan Wajah Baru 2020 terlihat menghadap ke belakang. Sementara tulisan di baliknya merupakan sebuah tuntutan aktivis HMI.  Spanduk itu dipegang oleh tiga orang mahasiswi yang merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bulukumba.


BACA JUGA: Demo Depan Kejari Bulukumba, HMI dan PMII Baku Pukul 



Dikonfirmasi terkait hal itu, mantan Ketua HMI Cabang Bulukumba, Rakhmat Fajar, membantah spanduk tersebut dibawa oleh aktivis HMI Bulukumba. Fajar mengaku aksi tersebut tidak hanya melibatkan organisai HMI, tetapi ada OKP lain, seperti GMR. 


"Yang bawa spanduk bertuliskan tuntutan Hari Peringatan Anti Korupsi, dibawah oleh demostran GMR bukan anak HMI, pasti saya menjamin aksi yang dilakukan adik-adik tidak ada hubungannya apalagi mau dikait-kaitkan dengan agenda politk," ungkap Fajar kepada KABAR.NEWS, Senin (9/12/2019). 


Kendati demikian, kata Fajar, aksi tersebut sebagai wujud komitmen dan konsistensi pengawalan HMI Bulukumba terhadap kebijakan pemerintah, khususnya penegakan supermasi hukum di Kabupaten Bulukumba sendiri. 


Selain itu, kata Fajar, pihak HMI Cabang Bulukumba juga telah melakukan koordinasi terhadap tim pemenangan Muhammad Yusuf ST jika aksi yang dilakukan aktivis HMI Cabang Bulukumba tidak ada hubunganya dengan pencalonan Yusuf di Pilkada 2020 mendatang.


"Mereka sadar betul bahwa HMI adalah lembaga independen dan dari dulu integritas kelembagaan terjaga. Karena itu hanya bagian belakang spanduk digunakan untuk menuliskan pesan tuntutan pada aksi, substansinya bukan pada foto, tapi isi tuntutan dituliskan kader HMI pada bagian belakang spanduk itu," tutup Fajar. 


*Afri/B 
 

 

loading...