Aksi Bela Nabi di Jeneponto: Boikot Produk Prancis!

Mahasiswi Ramai-ramai Tak Gunakan Produk Prancis

Aksi Bela Nabi di Jeneponto: Boikot Produk Prancis!
Sejumlah warga melakukan aksi bela Nabi di Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Minggu (8/11/2020).(Kabar.News/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, JENEPONTO - Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Jeneponto melakukan aksi bela Rasulullah, Minggu (8/11/2020). Aksi itu merupakan bentuk respon umat Islam di Jeneponto atas sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW dan umat Islam.

Massa yang membawa berbagai atribut itu melakukan aksi di Lapangan Passamaturukang, Kecamatan Binamu. Sambil spanduk bertuliskan Aksi Damai, Bela Nabi, Cinta Nabi, Front Pembela Islam.

Salah satu peserta aksi, Nur Azisah Khoiriyah (20) mengaku tidak akan lagi menggunakan produk-produk yang berkaitan dengan Prancis sebagi bentuk kekecewaanya terhadap ulah Macron yang dinilai telah menghina Nabi.

"Pasti ada rasa marah, cuman sebagian memendam, saya bela-belain ke sini (lokasi aksi) juga pas selesai kuliah demi ikut berpartisipasi bela nabi," ujarnya.

Mahasiswi YAPTI Jeneponto itu pun ikut menyerukan pemboikotan produk Prancis. Kata Azisah, dia dan kawan-kawanya memilih untuk tidak lagi menggunakan ataupun mengkonsumsi produk-produk dari Prancis. Termasuk kosmetik.

"Satu suara ji ini, ikut memboikot barang Prancis. Apalagi menyangkut barang kecantikan, sebagian teman saya yang kemarin-kemarin pakai (produk Prancis) akhirnya ikut memboikot. Dan saat ini, kami akan pakai produk lokal," ungkapnya.

Dia mengaku bersyukur, Aliansi Umat Islam Jeneponto telah melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas ucapan-ucapan Presiden Prancis yang dinilai telah menghina umat Islam di seluruh dunia.

"Bersyukur sekali kak, akhirnya ada seruan dari aliansi-aliansi umat islam di Jeneponto. Makanya kamsi antusias juga ikut turun walaupun telat karena ada kejar materi di kampus," imbuhnya.

Sementara, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jeneponto, Amrullah Serang mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto juga harus segera mengambil tindakan, seperti menyerukan memboikot produk negara Prancis.

"Berharap kepada pemerintah daerah  agar segera mengambil tindakan termasuk memboikot produk negara Perancis yang ada di Jeneponto," tandasnya.

Serang mengatakan, tindakan yang perlu diambil oleh pemerintah adalah memberikan intruksi kepada pemilik usaha mini market untuk mengkampanyekan soal larangan memakai produk dari Prancis.


Penulis: Akbar Razak/A