Ajak Vaksinasi Covid-19, Rektor UIM: Jangan Ragu

Rektor UIM memastikan lingkungan kampus menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan kuliah daring.

Ajak Vaksinasi Covid-19, Rektor UIM: Jangan Ragu
Ilustrasi suntik vaksin Covid-19. (Foto: KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Rektor Universitas Islam Makassar (UMI) A Majdah M Zain mengajak masyarakat untuk tidak ragu mengikuti program vaksinasi Covid-19. Majdah menilai vaksinasi merupakan jalan keluar atas pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Sulawesi Selatan (Sulsel). 

“Tentunya sebagai ikhtiar untuk kekebalan terhadap virus Covid19. Semoga menjadi motivasi bersama terkhusus bagi keluarga besar UIM dalam upaya menghentikan penyebaran Corona yang sudah setahun mewabah di Indonesia,” ujar Majdah melalui keterangan tertulisnya kepada KABAR.NEWS, Selasa (23/2/2021). 

Istri mantan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang ini mengatakan dengan disuntik vaksin akan menimbulkan dan menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh terhadap virus corona. Apalagi kata dia, vaksin sudah lolos uji klinis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

"Jangan khawatir, pemerintah Indonesia tentunya memikirkan keamanan dari setiap vaksin yang akan diberikan pada masyarakat," tuturnya. 

Majdah mengajak dosen dan tenaga pendidikan perguruan tinggi LLDIKTI Wilayah IX di UIM untuk berpartisipasi menyampaikan data target sasaran pelayanan publik untuk pelaksanaan vaksinasi. Sesuai arahan Kepala LLDIKTI IX, Prof Jasruddin data tersebut dapat disampaikan melalui http://bit.ly/vaksinasi-Covid19-tahap2 paling lambat tanggal 27 Februari 2021

Majdah sangat menegaskan di lingkungan kampus UIM untuk ketat melakukan pencegahan penyebaran Covid19, dengan disiplin melakukan 3M (mencuci tangan, memakai masker, memjaga jarak/hindari kerumunan).

“Alhamdulillah hingga saat ini, UIM masih dirahmati Allah karena tidak menjadi kluster penyebaran Covid19. Semoga dengan doa dan ikhtiar menjaga kesehatan Covid-19 segera hilang,” tambahnya.

Wakil Rektor I UIM, Prof H Arfin Hamid mangatakan hingga saat ini, UIM masih menerapkan pembatasan aktivitas akademik. Ia mengaku Hampir tidak pernah diselenggarakan kegiatan melibatkan kerumunan besar civitas akademika.

Penulis: Rahma Amin/C