Ahli Waris Pasien Covid-19 Kurang Berminat Urus Dana Santunan

sejak dibuka pada Juni 2020, baru 72 orang yang mengajukan permohonan

Ahli Waris Pasien Covid-19 Kurang Berminat Urus Dana Santunan
Ket. Gambar: Pemakaman pasien Covid-19 di Perkuburan Macanda, Gowa (Kabarnews/Irvan Abdullah) 






KABAR.NEWS, MAKASSAR - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) akan memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada setiap korban yang meninggal akibat COVID-19. 

Surat Edaran pun telah dikeluarkan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan 443.2/4066/Dinsos yang ditujukan kepada para Bupati dan Wali Kota. 

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Makassar, menyebutkan sejak dibuka pada Juni 2020, baru 72 orang yang mengajukan permohonan.Padahal dari data update terakhir Satgas Covid-19 Makassar, tercatat sudah 425 orang yang meninggal dengan status positif.

"Sejak bulan Juni lalu sampai sekarang itu sudah sebanyak 72 orangg yang sudah kumpul berkasnya. Kalau yang sudah meninggal (Covid-19) sudah banyak, tapi yang kami terima berkasnya disini baru sebanyak 72 orang," pungkasnya.

 Laheru mengatakan bahwa terdapat syarat yang diperlukan untuk mengajukan permohonan santunan.

"Pertama tentu dia harus punya KK (Kartu Keluarga), KTP (Kartu Tanda Penduduk) Makassar atau sesuai domisili masing-masing, selanjutnya dia harus mengurus dokumen ahli waris di kantor kelurahan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (19/1/2021)

Lebih lanjut, Laheru menjelaskan harus terdapat bukti untuk meklaim bahwa anggota keluarga yang bersangkutan meninggal karena terpapar Covid-19. 

Olehnya itu, pemohon harus menyertakan surat kematian dari rumah sakit, dengan keterangan yang bersangkutan memang meninggal dengan status positif Covid-19.

"Kemudian dilengkapi dengan foto dokumentasi disaat pelayanan jenazah, atau foto prosesi pekuburan atau pun kremasi jenazah, karena pelayanannya pasti beda dengan pelayanan jenazah biasa, tanpa Covid. Sehingga ada bukti bahwa memang keluarganya itu meninggal covid," sambungnya.

Semua dokumen yang disyaratkan kata Laheru kemudian dikumpulkan di Dinas Sosial Kota Makassar. "Jadi dokter yang bertandatangan surat bahwa ia Covid. Kemudian ada hasil keterangan swab dari rumah sakit bahwa dia covid, setelah itu dikumpul di dinas sosial," jelasnya.

Sementara untuk penerimaan dana, pemohon santunan juga akan diminta menyertakan nomor rekeningnya."Selanjutnya kami buatkan rekomendasi dari bapak sekretaris daerah Kota Makassar sebagai yang bertanda tangan," imbuhnya.


Penulis : Fitria Nugrah Madani/A