Skip to main content

Adu Rekomendasi NasDem VS Golkar: Danny Genggam Dokumen, None Sekadar Lisan

kabar.news
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020. (DOK;KABAR.NEWS)

 

 

KABAR.NEWS, MAKASSAR – Suasana hening tahapan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar di masa pandemi Covid-19 mendadak berubah riuh.Sebabnya, partai NasDem dengan cepat mendeklarasikan pasangan bakal Calon Wali Kota dan wakilnya, Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi, Rabu (24/6/2020) di Jakarta.


Baca juga: Dilema Danny Diberondong Tawaran Wakil: Antara Zunnun atau Fatmawati


Meski beberapa kandidat masih berjuang mendapatkan dokumen usungan tertulis (B.1-KWK) oleh DPP Parpol, namun Danny Pomanto sudah lebih dulu memastikan. Danny mengaku, selain telah menggenggam keputusan DPP NasDem tentang persetujuan pencalonannya bersama Fatmawati. Dirinya juga telah mengantongi surat usungan dari Gerindra.

 

"Alhamdulillah," kata Danny Pomanto saat dihubungi KABAR.NEWS terkait surat usungan Gerindra tersebut, Rabu (1/7/2020).

 

Danny juga mengupload foto bersama Fatmawati dengan tagline "idamanta". Disertai tulisan: Alhamdulillah dua kutub politik besar bersatu."

 

Sementara, Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras memastikan surat usungan tertulis DPP Gerindra yang beredar tersebut benar.

KABAR.NEWS
Surat Rekomendasi DPP Gerindra yang resmi mengusung Danny-Fatma di Pilwali Makassar. (IST)

 

Kepastian sikap Gerindra mengusung Danny-Fatma di Pilwali Makassar kata Iwan Aras, tak lepas dari bergabungnya Danny sebagai kader Gerindra.

 

"Iya, tadi pagi kami serahkan KTA (Kartu Tanda Anggota) Gerindra ke pak Danny," kata Iwan Aras yang juga Legislator Fraksi Gerindra DPR RI.

 

Danny sebelumnya juga memastikan surat usungan NasDem dalam bentuk B.1-KWK juga telah dikantongi. Dengan NasDem 6 kursi, dan Gerindra 5 kursi di DPRD Makassar, paslon Danny-Fatma telah melampaui syarat usungan parpol 10 kursi di Pilwali Makassar.

 

"Iya betul, itu sudah fixed, sudah ada dp (B1) KWK-nya Nasdem, sudah ada" ucap Danny.

 

Terkait statusnya yang ber-KTA Gerindra, Danny enggap menanggapinya lebih jauh.

 

"Tanya ki ke partai," ujarnya.

 

Pernyataan Nurdin Halid

 

Deklarasi paket Danny-Fatmawati sebelumnya juga direspons keras Golkar. Elite beringin sempat menyoal sikap Danny yang awalnya telah mendapat surat tugas DPP Golkar untuk berpasangan dengan Zunnun Nurdin Halid—namun beralih berpasangan dengan Fatmawati yang merupakan istri Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS).  

KABAR.NEWS

Berselang 5 hari usai deklarasi pasangan Danny-Fatmawati oleh NasDem, Wakil Ketua Tim Pilkada DPP Golkar Nurdin Halid juga mengumumkan kandidat usungan Golkar untuk 12 daerah di Sulsel. Pernyataan Nurdin Halid diposting di akun YouTube Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai, Senin (29/6/2020).
 


Berita terkait: Usungan Golkar 12 Pilkada di Sulsel: Makassar None, Malkan di Barru


Surat tugas Golkar yang sebelumnya merekomendasikan Danny-Zunnun di Pilwali Makassar kini berganti pernyataan dukungan ke Irman Yasin Limpo (None) untuk Pilwali Makassar.
 

 

"Yang terakhir adalah Makassar, telah ditetapkan saudara Irman Yasin Limpo," kata NH.

 

Berbeda dengan dokumen tertulis yang digenggam Danny saat dideklarasikan NasDem dan Gerindra. Nurdin hanya mengumumkan rekomendasi usungan Golkar untuk 12 daerah di Sulsel secara lisan. Keputusan DPP Golkar tentang persetujuan pencalonan None dan pasangannya juga belum diungkapkan secara tertulis.

 

Bappilu Golkar Turun Tangan

 

Pernyataan Nurdin Halid tentang kandidat usungan Golkar dianggap belum final. Adalah Wakil Ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu), Ahmad Doli Kurnia Tanjung yang mengungkapkan hal tersebut.


Baca juga: Kukuh Berpasangan dengan Fatmawati, Danny: Tunggu Pengumuman Partai Lain


Selain itu, Wasekjend DPP Golkar, Hasrul Rahman juga menegaskan hal serupa dalam video berdurasi 39 detik. Sebelumnya,  Nurdin Halid menyatakan jika usungan Golkar di Pilkada Bulukumba sudah pasti ke Andi Hamzah Pangki - Murniaty Makking.

 

"Saya baru menghadap dengan wakil ketua bidang pemilukada bapak Doli menyampaikan kepada kami bahwa keputusan kabupaten bulukumba soal rekomendasi masih belum final dan masih dalam proses, sehingga teman-teman yang ada di makassar agar menahan diri karena masih dalam proses untuk pengambilan keputusan, yah itulah hasil konsultasi kami dengan waketum bidang pemilu pak Ahmad Doli Kurnia, Terima kasih.”

 

Dalam video itu Hasrul tampak didampingi oleh Waketum DPP Golkar Bidang pemenangan pemilu, Ahmad Doli Kurnia Tanjung dan Bakal Calon Bupati Bulukumba, Jamaluddin M Syamsir. Ia menegaskan rekomendasi untuk Bulukumba belum final dan masih dalam proses. 

 

Hasrul juga menyebut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Waketum pemenangan pemilu sudah diminta oleh ketua umum DPP Golkar agar melakukan verifikasi surat dukungan partai. Itu untuk mencukupkan koalisi bagi kandidat yang baru akan diusung.

 

Jamaluddin M Syamsir saat dikonfirmasi via Whatsapp juga membenarkan pernyataan tersebut. Selain sebagai kandidat Bupati di Bulukumba, Jamaluddin juga menjabat posisi strategis di DPP bidang Departemen Pemenangan pemilu Golkar Sulawesi

 

 "Iya, kalau penetepan rekomendasi untuk pilkada bulukumba belum final," katanya kepada KABAR.NEWS, Selasa (30/6/2020).

 

Sementara, Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Risman Pasigai mengatakan, soal bantahan Bappilu DPP Golkar yang menyebut usungan di Bulukumba belum ditetapkan, Risman menandaskan hal itu hanya persoalan komunikasi belaka.

 

"Cuma kekeliruan saja, tidak usah dibesar-besarkan," katanya.

 

None di Antara Golkar, NasDem dan Zunnun,

 

Keputusan Nurdin Halid mendorong Irman Yasin Limpo atau None disebut tak lepas dari hubungan personal None dengan petinggi Partai NasDem dari tingkat provinsi hingga ke pusat. Sebut saja, Syahrul Yasin Limpo (SYL) selaku Ketua Bidang Otonomi Daerah DPP NasDem.

 


Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr. Suryadi Culla berpendapat, sikap Golkar mendorong None di Pilwali Makassar tidak diambil secara tiba-tiba. Itu tak terlepas dari dinamika politik yang berkembang.

 

"Saya kira, sikap golkar tidak terlepas dari kondisi aktual yang dihadapi. Terutama tidak lama setelah Danny meninggalkan Zunnun," ujar Suryadi Culla saat dihubungi KABAR.NEWS, Selasa (30/6/2020).

 

Adi menilai, relasi None dengan NasDem tak hanya sebatas hubungan individu dengan keluarga, seperti Tenri Olle Yasin dan Ketua Umum Garnita Malahayati, Indira Chunda Thita. 

 

Dia menyebut mantan Kadisdik Sulsel itu juga punya kedekatan erat dengan RMS. NasDem juga sempat berambisi mempaketkan None dengan Danny, hanya saja skenario itu gagal terwujud karena keduanya ngotot menjadi 01.

 

Terlepas dari isu kepentingan Golkar mengkotak - kotakan NasDem, Adi mengatakan partai politik sebagai wadah pengambilan keputusan tentu mengusung calon karena pertimbangan elektoral, maupun alasan yang bersifat transaksional.

 

Alasan itu juga dikonfirmasi Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Muhammad Risman Pasigai. Kata dia, partainya tidak bermaksud menggembosi internal NasDem dan mengusung None hanya  semata-mata ingin memenangkan pertarungan.

 

"Golkar mengusung Pak Irman karena ingin menang. Dan sikap partai disambut positif oleh kader Golkar di Kota Makassar. Kita melihat elektabilitas Irman juga naik dalam beberapa rilis survei terbaru," ujar Risman kepada KABAR.NEWS, Selasa.

 

Menurutnya, isu membelah lawan politiknya dengan cara mengusung None tidak relevan. Meski Risman tak memungkiri mantan Plt Bupati Luwu Timur itu punya pertalian erat dengan petinggi partai besutan Surya Paloh.

 

"Kan itu hubungan personal saja. Pak Irman kita usung karena beliau juga mengikuti semua tahapan penjaringan. Kalau dibilang Golkar punya kepentingan, tentu partai punya kepentingan," tandas dia.

 

NasDem Tak Terusik Langkah Politik Golkar


Suryadi melanjutkan, ada tidaknya kepentingan terselubung Golkar mengusik RMS dan kawan-kawan di Pilwalkot Makassar, dia menilai NasDem sebagai partai solid.

 


"Sejauh yang terlihat NasDem itu partai yang solid. Efeknya secara internal mungkin tidak berpengaruh. Terlepas dari motif Golkar, saya kira mereka hanya mengisi kekosongan pasca Zunnun ditinggal Danny," katanya.

 

Sekretaris DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif mengatakan, partainya sama sekali tidak terusik dengan langkah politik Golkar mendorong None. "Alhamdulillah, politik itu kan dinamis," kata pria yang akrab disapa Syahar itu, kemarin.

 

Dia berujar instruksi partainya di Pilwalkot Makassar sangat jelas yakni memenangkan Danny-Fatma. Ada pun isu-isu yang menyertai adalah wajar.

 

Syahar mengajak Golkar berkompetisi secara sehat dengan kandidat masing-masing, walaupun keputusan partai besutan Airlangga mendorong None belum final.

 

"DPP NasDem sudah menetapkan DP-Fatma, yah bismillah. Seluruh jaringan infrastruktur NasDem harus bekerja. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada partai golkar yang telah menetapkan calonnya. Marilah kita menyajikan demokrasi yang sehat," tandas Syahar.
 

 

  • Penulis: Reza, Darsil, Fitria/A 

 

Flower

 

loading...