Skip to main content

Adu Followers Bakal Calon Gubernur Sulsel di Sosmed, Siapa Teratas ?

sosmed
Infografis Sosmed dan Cagub Sulsel (KABAR.NEWS/Arya Wicaksana)

KABAR.NEWS, Makassar - Jika pemilihan Gubernur Provinsi Sulsel ditentukan melalui voting jumlah followers atau pengikut di akun media sosial Calon Gubernur, maka mungkin kandidat Bakal Calon Gubernur Nurdin Abdullah adalah pemenang dan terpilih.


Setidaknya hal itulah yang terlihat di media sosial terpopuler di Indonesia yaitu facebook, instagram dan twitter. Dari sejumlah akun media sosial kandidat Calon Gubernur di Pilgub Sulsel, akun media sosial Nurdin Abdullah memiliki pengikut terbanyak dibanding kandidat lain.


Di facebook misalnya, dari pantauan KABAR.NEWS terhitung sejak Senin 18 Desember 2017, pengikut halaman atau fanspage facebook Bupati Bantaeng itu memiliki 173.663 jumlah pengikut. Disusul oleh akun halaman facebook Cagub Nurdin Halid dengan 92.112 pengikut.


Sementara kandidat independen Cagub Sulsel, Ichsan Yasin Limpo (IYL) memiliki 79.149 pengikut di halaman facebooknya dengan postingan terupdate adalah foto pelantikan Pengurus Abdi Merah Putih.


Diurutan ke 4 dan 5, Cagub Agus Arifin Nu’mang memiliki 64.792 jumlah pengikut dan Abdul Rivai Ras atau bro Rivai diikuti 21.412 pengikut akun media sosial facebook.


Di medsos Instagram (IG) posisi teratas tetap menjadi milik Nurdin Abdullah. Dengan akun IG berid nurdin.abdullah yang telah terverifikasi, akun nurdin.abdullah memperoleh 34.889 followers dengan postingan terakhir saat Nurdin Abdullah berada di salah satu kebun melon di Kabupaten Bantaeng.


Adapun akun IG Nurdin Halid ber-id @nurdinhalid_nh dengan foto profil mengenakan jas Partai Golkar, memiliki 15.664 followers pada Senin (18/12/2017). Ada dua akun atas nama Nurdin Halid di IG, satu lainnya merupakan akun Nurdin Halid yang telah terverifikasi oleh sistem IG. Namun akun tersebut sudah tidak update sejak 12 juli 2017 lalu.


Sesuai dengan jumlah followers Instagram, akun IG IYL yang ber-id Iyasinlimpo menempati urutan ketiga dengan jumlah 8.889 followers. Akun IG IYL cukup aktif dengan postingan terakhir screen shoot berita IYL sedang mengikuti ujian doktor yang diposting, Senin kemarin.


Di urutan ke empat akun medsos Instagram Cagub Sulsel, followers akun Bro Rivai ber-id @brorivairas menggeser ‘elektabilitas’ akun IG Agus Arifin Nu’mang dengan jumlah 3.978 followers. sementara akun Agus hanya memiliki 1753 followers dengan upadate postingan terakhir 1 Desember 2017.


Bagaimana di medsos twitter ? Akun twitter Nurdin Abdullah dengan id @MNurdinabdullah memiliki jumlah followers terbanyak dengan 3.648 followers, disusul akun twitter Nurdin Halid dengan id @NhNurdinhalid sebanyak 3.705 followers, kemudian akun twitter @IYasinlimpo milik Cagub IYL dengan jumlah 2.471 followers dan terupdate dari seluruh akun twitter Cagub Sulsel.


Akun twitter @Agus_A_Numang milik Cagub Agus Arifin Nu’mang hanya memiliki 443 followers dan diurutan terakhir adalah akun twitter @brorivairas dengan jumlah 19 followers per 18 desember 2017.


Ketua Forum Telematika KTI, Hidayat Nahwi Rasul berpendapat akun sosial media kontestatan Pilkada dianggap penting dan sedikit banyak akan berpengaruh menyasar pemilih - pemiliha milenial.


Hidayat Nahwi Rasul menyarankan, postingan akun medsos kandidat di Pilkada serentak tidak narsistik. “Kalau hanya sekadar narsis tidak jujur, itu saya kira tidak mencapai sasaran,” ujar Hidayat Nahwi Rasul via telephone, Minggu (17/12/2017).


Menurutnya konten postingan akun kandidat kepala daerah mesti mengarah pada transaksi gagasan yang sifatnya solutif. "Politik itu kan esensinya transaksi pemikiran, transaksi gagasan. Sehingga sifat informasinya itu solutif dan terkoneksi sesuai dengan thinks yang berkembang," tutur Nahwi Rasul.


Meski demikian, menurut Hidayat Nahwi Rasul banyaknya jumlah pengikut di akun medsos kontestan di Pilkada serentak, belum tentu mencerminkan atau menjamin bahwa followers atau pengikut tersebut akan memilih kandidat yang bersangkutan.


"Saya kira dalam konteks politik, followers itu memfollow akun medsos kandidat bukan karena akan memilih, tapi bisa jadi hanya untuk mencari informasi ataukah yang follow juga itu telah memfollow akun kandidat lain," tandas Hidayat Nahwi Rasul.

 
  • Arya Wicaksana