Administrasi Biden Bahas Rencana Tutup Penjara Guantanamo

Janji kampanye Biden

Administrasi Biden Bahas Rencana Tutup Penjara Guantanamo
Ilustrasi. Bendera Amerika Serikat berkibar di Kamp Tahanan Guantanamo, Kuba. (Foto: The Progressive)






KABAR.NEWS, Washington - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dibawa Presiden Joe Biden secara resmi membahas rencana untuk menutup penjara Guantanamo, di Kuba, menurut laporan eksklusif Reuters, Jumat (12/2/2021).


Para pembantu Biden di Gedung Putih yang terlibat dalam diskus ini, sedang mempertimbangkan tindakan eksekutif yang akan ditandatangani oleh presiden dalam rangka menutup penjara Guantanamo beberapa minggu atau bulan mendatang.


Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) AS, Emily Horne mengatakan, rencana menutup Guantanamo tak bisa langsung dilakukan. Penyebabnya sebagian besar karena hambatan politik dan hukum yang dihadapi pemerintahan baru AS.


"NSC akan bekerja sama dengan Departemen Pertahanan, Negara, dan Kehakiman untuk membuat kemajuan menuju penutupan fasilitas GTMO (Guantanamo, red) dan juga berkonsultasi dengan Kongres," kata Emily Horne kepada Reuters.


Guantanamo merupakan penjara militer dan dibangun dengan tujuan untuk menampung terduga pelaku terorisme global, pasca serangan 11 September 2001 di New York dan Washington, AS.


Penjara Guantanamo dibuka pertama kali oleh era Presiden George W. Bush dengan jumlah tahanan awal sebanyak 800 orang. Penjara ini mendapat sorotan dunia Internasional sebab para penghuninya ditahan selama hampir dua dekade tanpa dituntut atau diadili. Belum lagi praktik penyiksaan tahanan.


Menurut Reuters, saat ini masih ada 40 tahanan di Guantanamo, termasuk otak Bom Bali 1 dan Bom Marriot Jakarta, yakni Hambali alias Encep Nurjaman. Setelah ditahan 18 tahun, Hambali pada Januari kemarin resmi ditetapkan sebagai tersangka terorisme oleh Komisi Militer AS.


Inisiatif menutup penjara Guantanamo, pertama kali dicetuskan era pemerintahan Presiden AS, Barack Obama. Saat itu, Biden menjabat Wakil Presiden AS dan turut bersuara agar penjara ini ditutup. Namun, rencana tersebut batal saat Donald Trump berkuasa.


Saat masa pemerintahannya, Obama sempat mengurangi jumlah tahanan tetapi upayanya untuk menutup penjara sebagian besar terhalang oleh oposisi Partai Republik di Kongres.


Horne melanjutkan, pembahasan menutup penjara Guantanamo masih dalam tahap diskusi awal. Beberapa orang yang akan bekerja dalam tim ini juga masih lowong.


"Kami membutuhkan orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan penting ini," katanya.


Rencana administrasi Biden menutup penjara Guantanamo mendapat sambutan positif dari berbagai pembela Hak Asasi Manusia (HAM). Salah satunya datang dari Wakil Direktur Human Rights Watch untuk AS, Andrea Prasow.


"Meskipun saya senang mendengar bahwa pemerintahan baru akan meninjau kebijakan dengan tujuan untuk menutup Guantanamo, hal itu mengkhawatirkan bahwa itu akan datang sangat terlambat,” kata Andrea Prasow


Di sisi lain, rencana untuk menutup Guantanamo dan memindahkan para tahanan sesegera mungkin terhambat oleh pandemi Virus Corona atau Covid-19.