"Adakah Chip?" Warga Pangkep Demam Gim Higgs Domino Island

- Digandrungi tua dan muda

"Adakah Chip?" Warga Pangkep Demam Gim Higgs Domino Island
Seorang pengunjung warung kopi di Kabupaten Pangkep, memainkan gim Higgs Domino Island. (KABAR.NEWS/Saharuddin)






KABAR.NEWS, Pangkep -  Permainan video game Higgs Domino Island saat ini tengah menjadi daya tarik luar biasa bagi kalangan generasi milenial. Tidak terkecuali kalangan milenial di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.


Gim Higgs Domino Island sendiri mempunyai cara main merebutkan jackpot. Pemain mengacak sejumlah item yang telah disediakan pada setiap level dengan menekan tombol ‘Spin’. Game ini membutuhkan Koin atau biasa disebut Chip oleh para pemain.


Adapun beberapa item yang tersedia dan diacak, yakni Will, Pak Tua, Skater, Petasan, Boneka Hijau, Boneka Ungu, Pak Tua Biru, Gendang, Koin Hijau, dan Koin Kuning. Untuk meningkatkan level, pengguna harus memainkan game domino terlebih dahulu pada setiap room.


Irsal (20), salah satu pengguna game mengaku sangat tertarik pada gim ini. Dirinya merasa sangat senang apalagi ketika mendapat jackpot.


“Saya sudah setengah tahun bermain game ini, sangat menarik dan senang, apalagi jika mendapat jackpot,” kata Irsal, sembari memainkan game saat ditemui di Pangkep, Rabu (6/1/2021).


Pemuda asal Kecamatan Pangkajene ini menuturkan, gim tersebut dimainkan di gawainya hampir setiap waktu luang.


“Seru mas.. bermain gim ini gak bosenin. Kalau tiap waktu longgar saya pasti bermain dan berkumpul dengan teman-teman,” ucapnya, penuh keceriaan.


Hal senada diutarakan Pemo. Pria yang juga "demam" gim Higgs Domino Island ini menjelaskan, selain seru untuk dimainkan, platform gim ini juga bernilai ekonomi. Bagaimana tidak, dirinya sering menjual koin hasil jackpot.


“Di sisi lain, gim ini juga bisa menghasilkan uang, karena kita bisa menjual koin dari hasil jackpot, untuk penjualan biasanya per 1 bilion seharga Rp60 ribu rupiah,” ungkap Pemo.


Namun, selain jual beli koin atau chip, tak sedikit yang hanya cuma-cuma saling berbagi, biasanya mereka saat saling ketemu saling melontarkan istilah "Adakah Chip?" atau "Sedekah" sebagai keyword.


Tak heran, jika disetiap kafe maupun warung kopi di Pangkep pun saat ini tak asing dengan istilah "Adakah Chip" tersebut, terutama di tempat-tempat yang sering dibuat para generasi millenial ngopi dan nongkrong.


Penulis: Saharuddin/A