Skip to main content

5 Merk Ponsel Ini Rajai Penjualan Smartphone di Indonesia

Smartphone
Tabel penjualan smartphone di Indonesia pada kuartal II tahun 2018 berdasarkan data IDC.


KABAR.NEWS, Jakarta - Persaingan bisnis di pasar smartphone Indonesia pada tahun 2018 semakin memanas. Meski demikian, produk Xiaomi masih merajai penjualan smartphone di Indonesia, meski berdasarkan peringkat masih dibawah smartphone Samsung.


Hal tersebut berdasarkan data dikeluarkan lembaga riset International Data Corporation (IDC) untuk kuartal kedua tahun 2018. Dari sejumlah perusahaan ponsel, tidak ada produk Iphone masuk dalam 5 besar tingkat penjualan tertinggi di Indonesia berdasarkan IDC. 


Baca Juga: 


Xiaomi, pemain baru di pasar Indonesia berhasil mencuri perhatian dengan pertumbuhan bisnis yang signifikan. Vendor asal China itu memiliki pangsa pasar Indonesia mencapai angka 25 persen.


Pertumbuhan yang dialami Xiaomi di Indonesia ini sayangnya tidak diikuti oleh sejumlah brand smartphone dunia. Hanya Vivo yang mengalami kenaikan pangsa pasar meski tidak signifikan.


Analis pasar dari IDC Indonesia, Risky Febrian, menjelaskan Xiaomi memiliki strategi khusus untuk merebut pangsa pasar smartphone di Indonesia yang kini sangat kompetitif.


"Berbeda dengan Oppo dan Vivo, strategi Xiaomi melakukan pemasaran yang minim dan menawarkan margin keuntungan yang tipis untuk mitra. Kemudian perangkat yang lebih murah dengan spesifikasi yang handal memberikan nilai yang lebih tinggi bagi pengguna akhir untuk uang mereka. Dengan strategi ini, Xiaomi secara bertahap menyusul dan memperoleh mindshare dan pangsa pasar yang signifikan," ungkapnya.


Untuk lebih detailnya lagi, berikut daftar lima merek smartphone terlaris di Indonesia selama kuartal kedua 2018, menurut hasil riset IDC:

 

1. Samsung


Brand smartphone asal Korea Selatan ini masih belum tergoyahkan di posisi pertama dengan pangsa pasar 27 persen. Angka tersebut turun 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang sebelumnya mencapai 32 persen.


Posisi Samsung juga terancam oleh keberadaan Xiaomi di posisi kedua, dan hanya terpaut 2 persen saja.


2. Xiaomi


Xiaomi bisa dijuluki sang 'kuda hitam' karena berhasil meroket menempati posisi dua dengan perolehan 25 persen pangsa pasar. Hasil ini jauh lebih baik daripada periode sebelumnya, yang hanya sanggup mengambil 3 persen pangsa pasar dan bahkan tidak masuk dalam daftar lima besar merek terlaris.


3. Oppo

Kuartal kedua tahun 2018 juga bukan periode yang baik untuk Oppo. Pasalnya pangsa pasar vendor yang menggunakan tagline 'camera phone' itu mengalami penurunan.

Oppo menempati urutan ketiga dengan pangsa pasar 18 persen. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pangsa pasar mereka bisa mencapai 24 persen.


4. Vivo

Vivo sedikit lebih beruntung. Mereka menempati posisi keempat dengan angka 9 persen, lebih baik dari periode yang sama tahun lalu yakni 3 persen.

 

5. Advan

Advan masih menjadi brand smarpthone lokal satu-satunya yang masuk di lima besar. Perusahaan ini menduduki posisi kelima dengan persentase angka 6 persen. Sayangnya, pencapaian ini bukan yang terbaik. Di periode yang sama tahun lalu, Advan mampu mencapai pangsa pasar 9 persen.