Skip to main content

5 Fakta Menarik Jelang Duel Klasik PSMS Vs PSM 

INT
PSMS VS PSM. (INT)

 

KABAR.NEWS, Makassar - PSMS Medan akan menjamu PSM Makassar pada pekan ke-17 Liga 1 di Stadion Teladan, Medan, Senin (23/7/2018) hari ini, pukul 20:00 WITA.

Laga ini diprediksi bakal berlangsung seru. Pasalnya, PSMS Medan dan PSM Makassar merupakan dua tim yang sarat dengan sejarah di kancah sepakbola Indonesia. Duel Klasik akan melabeli keduanya dalam pertandingan nanti.

Namun kedua tim memiliki nasib yang berbeda. PSM Makassar tengah dalam tren positif dengan bertengger di peringkat dua klasemen sementara. Berbanding terbalik dengan PSMS medan yang masih tertahan di zona degradasi.

Meski begitu, posisi klasemen tidak akan mempengaruhi jalannya laga nanti malam. Permainan 'keras' yang menjadi ciri khas keduanya layak untuk dinantikan.

Tak hanya itu, jelang pertandingan antara PSMS Medan Vs PSM Makassar, KABAR.NEWS telah merangkum beberapa fakta menarik di antaranya:

1. Stiker Kurang Produktif, pencetak gol terbanyak dari pemain tengah

Tak bisa dipungkiri, kontribusi gol dari para penyerang PSMS dan PSM hingga putaran pertama berakhir masih jauh dari kata memuaskan, justru para pemain tengah (Gelandang) yang menjadi top skor sementara bagi keduanya. 

Untuk PSMS Medan, ada nama Suhandi yang telah menyumbangkan 4 gol. Sedangkan di kubu tim tamu PSM, Rizky Pellu menjadi pemain tersubur dengan mencetak 5 gol untuk Tim Juku Eja.

2. Belum pernah mendapatkan kartu merah secara langsung 

Permainan 'keras' dan ngotot yang kerap diperagakan keduanya memang seringkali menjadikan PSMS dan PSM Makassar kerap mendapat kartu kuning maupun kartu merah.

Tercatat, PSMS Medan sudah mengoleksi 24 kartu kuning. Sementara  PSM juga tak kalah banyak dalam hal perolehan kartu kuning yang mencapai angka 43.

Kendati demikian, baik PSMS Medan maupun PSM Makassar keduanya belum pernah mendapatkan ganjaran kartu merah secara langsung (bukan dua kartu kuning dalam satu pertandingan). 

3.Dilatih oleh  pelatih jempolan dari Benua Eropa

PSM Makassar beruntung memiliki pelatih sekaliber Robert Rene Alberts. Meski pelatih asal Belanda itu belum mampu membawa PSM juara layaknya Arema(ISL 2009-2010) setidaknya ia mampu membuat tim asal kota Makassar itu kembali disegani dan berbicara banyak di dua musim terakhir.

Sementara PSMS Medan baru saja mendaratkan pelatih yang pernah bermain di Premier League yakni Peter Butler, pengalaman dan rekam jejaknya tentu tak perlu diragukan. Meski harus didepak dari Persipura setidaknya ia mampu mengeluarkan Persipura dari masa sulit di awal musim setelah ditinggal 14 pemainnya.

4. PSMS dan PSM butuh waktu 6 tahun untuk kembali ke kasta yang sama.

Setelah terpisah di kasta yang berbeda dan juga dualisme kompetisi, musim ini mereka kembali dipertemukan di kompetisi yang sama, Liga 1 2018. Setidaknya Pasukan Ramang harus menunggu selama 6 tahun untuk kembali lagi ke Kota Medan.

Sebelumnya PSMS dan PSM pernah bertemu di ajang Piala Presiden 2018, namun saat itu mereka bermain di tempat netral yang merupakan markas dari Persib Bandung (Stadion Gelora Bandung Lautan Api).

5. PSMS Belum Pernah Meraih Hasil Imbang

Setidaknya hingga putaran pertama berakhir, PSMS tercatat sebagai tim yang belum pernah meraih hasil imbang dari 16 pertandingan. Sedangkan PSM sudah meraih 4 kali hasil imbang.

  • Defri Ferdiansyah