4 Poin Penting Hasil Evaluasi Penanganan Corona di Torut

- Salah satunya denda tak pakai masker

4 Poin Penting Hasil Evaluasi Penanganan Corona di Torut
Rapat evaluasi penanganan Covid-19 di RSUD Pongtiku, Toraja Utara, Kamis (14/1/2021). (KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Rantepao - Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan, menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 di RSUD Pongtiku, Kamis (14/1/2021).


Rapat evaluasi yang dipimpin oleh Bupati Torut, Kalatiku Paembonan membahas sejumlah hal terkait kondisi pandemi Covid-19. Salah satunya adalah rencana menambah ruang isolasi pasien positif di RSUD Torut. (Lihat juga: Lagi, Pelajar di Torut Tewas Gantung Diri Pakai Dasi Sekolah)


Direktur RSUD Pongtiku, Remen Labi mengatakan RS ini hanya memiliki 16 tempat tidur untuk pasien Covid-19 dan mengalami kekurangan tenaga kesehatan untuk merawat pasien terpapar Corona.


"Ada 16 tempat tidur untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan itu tetap kami layani tapi harus diback up tenaga kesehatan, karena tidak sanggup kalau hanya tenaga kesehatan yang ada di sini," ucap Remen.


Diakui Remen bahwa pihaknya mengambil kebijakan bersama dengan puskesmas, apabila pasien tersebut tidak ada gejala (OTG) dilaksanakan karantina mandiri di rumah masing-masing dan begitu pun sebaliknya, jika pasien mempunyai gejala pihaknya akan karantina di RS.


"Kalau perawat kami sebelum adanya pandemi biasanya 3 orang pasien ditangani oleh satu orang perawat, kemudian dengan adanya pandemi ini setiap 1 orang pasien harus ditangani 1 orang perawat," tambahnya.


Apabila ruang pasien Covid-19 RSUD Pongtiku ditambah, maka masih ada 10 kamar yang bisa digunakan bagi pasien umum, maka pasien tanpa gejala nantinya diatur dalam 1 kamar dapat nampung 5 orang.


Sementara, Kalatiku Paembonan menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyurat ke Provinsi Sulsel untuk penggunaan Hotel Toraja Prince sebagai tempat isolasi mandiri. Tapi, sampai saat ini belum mendapat jawaban dari propinsi walaupun untuk pemilik hotel prince sudah mengizinkan.


"Dengan adanya penambahan ruangan sebanyak 10 kamar, ditambah dengan ruangan isolasi yang ada maka sudah bisa nampung sebanyak 66 orang untuk penambahan perawat nanti kita ambil dari puskesmas yang ada," jawab Kalatiku untuk pernyataan Remen.


Dalam rapat tersebut pun Kalatiku meminta agar RSUD Pongtiku digunakan khusus untuk penanganan Covid-19 sementara untuk RSU Elim dan RSU Marampa untuk perawatan umum. Kemudian untuk  perawat tinggal di hotel Toraja prince nanti diantar jemput. (Lihat juga:Siap-siap, Pemkab Torut akan Bongkar 66 Ruko Mappanyuki Rantepao)


Rapat ini menghadirkan beberapa instansi terkait yakni Kaban BPBD Torut Alexander Tappang, Wakil Ketua Satgas Covid Torut Aloysius Lande, Juru Bicara Satgas Covid  Torut Yaya Rudungpadang, Kadis Kesehatan Torut Elisabet Zakaria, Direktur RSUD Pongtiku dr Remen Labi dan Direktur RSU Elim dr  Adrian.


Berikut hasil rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Torut antara lain:


a. Penambahan ruangan Isolasi untuk penanganan Covid-19.
b. Pemkab Torut akan melihat perkembangan 10 hari ke depan.
c. Perencanaan di bulan Februari untuk kegiatan Rambu Solo' (Upacara adat kematian) dan Rambu Tuka' (Upacara adat Pernikahan) akan dihentikan.
d. Akan diterapkan peraturan Bupati tentang penggunaan masker dan yang tidak menggunakannya akan didenda. Dilaksanakan Sweeping bagi yang tidak menggunakan masker.


Penulis: Febriani/B