4 Pengantar Jenazah Pengeroyok Petugas Tol Makassar Ditangkap

Empat pelaku pengeroyok petugas tol Makassar masih kerabat almarhum.

4 Pengantar Jenazah Pengeroyok Petugas Tol Makassar Ditangkap
Rekaman CCTV pengantar jenazah masuk dan merusak fasilitas tol Makassar. (Foto: Capture video)






KABAR.NEWS, Makassar - Tim Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Kepolisian Resort Kota Besar Makassar akhirnya menangkap empat orang pengentar jenazah pelaku pengeroyokan terhadap petugas tol Makassar. Empat orang ditangkap yakni Muh Azan (22), Syahrul (37), Rian Febrianto (29), dan Asril (26).


Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Komisaris Agus Khaerul mengatakan empat pelaku pengeroyokan ditangkap di kawasan Topaz, Jalan Boulevard Makassar. Penangkapan terhadap empat pelaku berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV. 


"Empat orang ini merupakan keluarga dan kerabat dari almarhum. Mereka bersama rombongan pengantar jenazah menerobos tol, merusak fasilitas, bahkan mengeroyok petugas tol," ujarnya. 


Berdasarkan pengakuan empat pelaku, kata Agus, mereka mengeroyok petugas tol bernama Rachmat Riyadi dengan menggunakan tangan, kaki dan helm. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya.


“Para pelaku memukul wajah korban. Ada yang memukul menggunakan tangan, kaki hingga helm,” ucapnya.


Sebelumnya diberitakan, aksi brutal dilakukan rombongan pengantar jenazah yang didominasi pengendara roda dua itu pun terekam video amatir milik warga yang melintas, hingga viral di media sosial.


Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Santoe menjelaskan, iring-iringan pengantar jenazah ini masuk melalui pintu tol Jalan Cambayya dan tembus di pintu tol Tamalanrea pada Jumat, 23 April 2021.


Penganiayaan itu terjadi ketika petugas penjaga tol berusaha menghalau rombongan pengantar jenazah, sebab mereka menerobos jalan tol menggunakan sepeda motor. Akibatnya, petugas dan pengantar jenazah terlibat cekcok dan berujung pada perusakan fasilitas tol.


"Kejadiannya setelah salat Jumat. Mereka di Cambayya dibukakan pintu tol tapi setelah berada di pintu tol Tamalanrea, tidak dibukakan pintu, karena disitu berbayar sehingga petugas tol pun memberikan penjelasan lalu salah seorang membuka paksa pintu tol dan saat itu juga terjadi pemukulan," jelas Frans kepada wartawan, Senin (26/4/2021).


Polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku penganiayaan terhadap petugas tol saat rombongan  pengantar jenazah tersebut menerobos.


"Ada satu korbannya dari petugas jaga tol dan dia sudah melapor ke Polrestabes Makassar, sudah visum dan ini akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," ungkapnya.


Menurut Dirlantas, pihaknya telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak masuk ke dalam jalur tol dengan mengendarai roda dua.


"Kalau pun mengantar jenazah, mobilnya masuk lewat tol tapi gunakan sepeda motor tunggu dipinggir tol. Kita juga sudah imbau warga kalau ada jenazah silahkan laporkan ke polsek untuk dikawal. Jadi mengawal jenazah dengan kendaraan secara preman," tandasnya.