Skip to main content

3 Warung Coto Legendaris di Makassar, Mana Favoritmu?

Coto legendaris di Makassar. (Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Coto Makassar sudah menjadi kuliner primadona di seluruh penjuru, baik di dalam maupun luar negeri.

Kekayaan resep dengan berbagai macam rempah menjadikan kuliner khas kota Anging Mammiri ini paling digandrungi banyak pecinta kuliner. Tak heran, dalam setiap festival kuliner nasional, coto Makassar pasti selalu hadir.

Di kota asalnya, coto Makassar sangat mudah ditemui. Di sudut-sudut kota, warung coto tetap berdiri tegak di tengah persaingan dunia kuliner yang makin hari makin kaya varian.

Nah, untuk kamu yang tinggal di kota Makassar atau baru saja berkunjung di kota yang kaya akan kuliner lezat ini, KABAR.NEWS punya 3 rekomendasi warung coto legendaris yang bisa jadi referensi menyantap coto khas Makassar.

Coto Nusantara

Coto yang dibangun oleh Haji Tutu ini berada di jalan Nusantara tepat di depan Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Makassar.

Coto Nusantara menjadi salah satu warung coto paling digandrungi banyak orang. Mulai dari artis, pejabat sampai masyarakat biasa silih berganti berkunjung di warung yang satu ini.

Alasannya, selain memiliki rasa khas karena menggunakan rempah-rempah lokal serta proses pembuatannya masih menggunakan tenaga manusia, coto Nusantara juga termasuk warung coto legendaris karena sudah ada sejak tahun 90-an.

1

Warung coto Nusantara. (Irvan Abdullah)

Coto Gagak

Warung coto yang terletak di jalan Gagak, Makassar ini diklaim menjadi warung coto paling lama di Makassar, yakni sejak tahun 70-an.

H.Jamaluddin dg Nassa yang merupakan generasi ketiga dari warung coto gagak menceritakan awal berdirinya coto gagak yakni pada tahun 70-an. Waktu itu pendiri coto gagak hanya berjualan menggunakan bakul dengan cara berkeliling, nanti pada tahun 80-an barulah membuka warung kecil di pinggir jalan Gagak.

"Dulu itu orang tua kita berkelilingji pake bakul, kasih kenal coto gagak, nanti awal 80-an baru bikin tempat, yaaa hanya satu bangkuk panjang sama meja kecil. Itu hari sempit sekali," kenangnya.

Kekhasan coto Makassar tidak terlepas dari rempah yang digunakan hingga cara memasak yang masih tradisional. Untuk rempah sendiri, coto menggunakan empat puluh jenis rempah atau bagi orang Makassar menyebut dengan istilah Ampah Patang Pulo.

Keempat puluh jenis rempah ini meliputi kemiri, cengkeh, pala, foeli, sere, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar merah, ketumbar putih, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, daun bawang, daun seldri, daun prei, lombok merah, lombok hijau, gula talla, asam, kayu manis, garam, papaya muda untuk melembutkan daging, dan kapur untuk membersihkan jeroan.

2

Warung coto Gagak. (Irvan Abdullah)

Coto Ranggong

Coto Ranggong disebut-sebut sebagai coto terenak di Makassar. Terletak di jalan Ranggong nomor 13 Makassar, pemilik coto Ranggong Steven Tanzil mengatakan, yang menjadikan cotonya berbeda dengan yang lain terletak pada resep rahasia untuk kuah kentalnya.

Irisan daging dan jeroan dengan kuah khas dan bawang goreng di atasnya menjadikan coto Ranggong menjadi slaah satu warung legendaris di Makassar.
 

3

Warung coto Ranggong. (Irvan Abdullah)