Skip to main content

3 Mahasiswa FTI UMI Tersangka, Zakir akan Bertanggung Jawab

3 Mahasiswa FTI UMI Tersangka, Zakir akan Bertanggung Jawab
Tiga mahasiswa FTI UMI sebagai tersangka tewasnya mahasiswa Fakultas Hukum Andi Fredi Akirmas saat dirilis Polrestabes Makassar. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Pasca ditetapkannya tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap rekannya, Dekan FTI UMI, Dr. Ir. Zakir Sabara angkat bicara.


Kepada KABAR.NEWS, Zakir mengungkapkan kekecewaan yang mendalam atas peristiwa yang terjadi pada Selasa (12/11/2019) lalu, katanya apa yang dilakukan oleh pelaku yang merupakan mahasiswanya tersebut telah mengorbankan 2.600 lebih mahasiswa FTI UMI yang diklaim hebat dan penuh prestasi.


Baca juga: Polisi Kejar 8 DPO Termasuk Otak Tewasnya Mahasiswa UMI

"Yang pasti hari ini, Kamis, hasil rapat senat yang dipimpin oleh rektor dan WR (Wakil Rektor) 3 tadi pagi, salah satu keputusannya adalah siapapun yang terlibat dan apapun latar belakannya semuanya akan dikembalikan kepada orang tuannya alias dipecat (drop out) sebagai mahasiswa UMI," tegasnya, ujar Zakir via telepon, Kamis (14/11/2019).


Zakir mengaku sedang berada di Malaysia. Ia berkata sangat sedih, sebab segala upaya sivitas FTI UMI untuk membangun ekosistem akademik yang inovatif dan kreatif, rusak dan runtuh akibat ulah segelintir mahasiswa.


Dosen Teknik Kimia itu menyebut, para mahasiswa yang menjadi tersangka tidak pernah hadir di fakultas untuk kuliah dan mengikuti kegiatan laboratorium serta kegiatan kemahasiswaan lainnya.


"Ini ujian berat buat kami, InsyaAllah akan ada hikmah besarnya dari Allah SWT, dan yang pasti saya sebagai dekan akan bertanggung jawab dan akan melakukan pembenahan secara total dan fundamental terhadap pembinaan 2.600 lebih mahasiswa FTI yang yang aktif saat ini,"


"Saya mencintai seluruh mahasiswa kami, tapi kami zero toleransi terhadap tindakan kekerasan apapun alasan dan latar belakangnya, pasti kami akan tegas menjalankan keputusan dan sikap senat UMI yang dipimpin oleh rektor pada hari ini," sambungnya.


Baca juga: UMI Bantah Mahasiswa Fakultas Teknik Terlibat Pembunuhan Fredi

Sebagaimana diketahui, siang tadi, Wakapolda Sulsel Brigjen, Adnas merilis tiga mahasiswa FTI UMI atas penyerangan yang merenggut nyawa Andi Fredi Akirmas (21), dari Fakultas Hukum.


Adapun identitas ketiga pelaku yakni Muh Yusril Dzakir, Syahrul, dan Indra, mereka semua merupakan mahasiswa FTI UMI. Selain itu, sekitar 9 rekannya juga masih ditahan untuk dilidik, dan dua pelaku masih dalam pengejaran.


Sementara motif penyerangan, kata Adnas, merupakan aksi dendam lama di antara dua kelompok yang berseteru, yakni organisasi daerah (organda) yang menjadi wadah bagi korban dalam berlembaga dengan organisasi kampus (mahasiswa pencinta alam) yang diketahui lembaga dari para pelaku.


Akibatnya, organisasi Mapala UMI saat ini terancam dibekukan. Itu juga yang menjadi tuntutan rekan sedaerah korban saat menyampaikan orasinya pada Rabu (13/11/2019) kemarin.


  • Andi Frandi/B

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Sosial Media Makassar (@sosmedmakassar) on

 

loading...