Skip to main content

27 Caleg-nya Eks Napi Korupsi, Gerindra: Kami Evaluasi dan Ambil Tindakan Tegas

grafis
INT


KABAR.NEWS, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah merilis jumlah eks koruptor yang tetap mendaftar sebagai Calon Legislatif (Caleg) di 16 Partai Politik (parpol) nasional. 


Dari rilis tersebut, Gerindra berada di posisi teratas tentang jumlah mantan koruptor yang mendaftar di partai besutan Prabowo Subianto itu dengan jumlah 27 orang.


Baca Juga: 


Melihat hasil rilis tersebut, Gerindra pun bereaksi. Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku belum mendeteksi siapa caleg Gerindra yang merupakan mantan koruptor. 


"Partai tidak bisa mendeteksi semua karena kan ada puluhan ribu nama (bacaleg yang maju lewat Gerindra)," ungkapnya dikutip dari detikcom, Jumat (27/7/2018).


Ia mengaku hanya mengetahui nama M Taufik yang saat ini anggota DPRD DKI Jakarta yang pernah menjadi narapidana dalam kasus korupsi. 


"DPR RI kita nggak ada. Caleg DPR RI kita nggak ada. Yang kita ketahui hanya M Taufik ya sebenarnya. Yang memang meminta kesempatan untuk memperjuangkan hak politiknya. Tapi partai tidak membantu beliau mengadvokasi atau memfasilitasi untuk JR (judical review)," tegasnya.


"Nah kalau soal DPRD yang lain, kota/kabupaten karena kan waktunya terbatas ya. Jadi kita nggak dapat informasi yang tepat. Jadi untuk kota/kabupaten nggak bisa kita pantau semua. Tapi kalau M Taufik kita ketahui," lanjut Andre.


Kendati demikian, Andre memastikan partainya akan segera mengevaluasi hasil penemuan yang dirilis oleh Bawaslu. Partainya akan melakukan tindakan tegas.


"Setelah Bawaslu keluarkan ini pasti Gerindra akan mengambil tindakan tegas. Pasti dievaluasi. Ada tindakan internal," tegasnya.


Andre menjelaskan, partainya merupakan partai yang pro pemberantasan korupsi. Hal itu, merupakan dasar yang selalu dijunjung tinggi Ketua Umumnya, Prabowo Subianto.


"Pak Prabowo selalu menekankan ke seluruh kader untuk menjauhi perilaku koruptif korupsi dan ini terbukti dengan tidak ada kader Gerindra yang menjadi korban OTT di DPR RI kan. Mau pun kepala daerah dari Gerindra nah itu menunjukkan rekam jejak bersih dari Gerindra," kata Andre.


"Kedua Gerindra menolak tegas pansus angket KPK yang melemahkan KPK ini menunjukkan rekam jejak yang ketiga bahwa bagaimana komitmen Pak Prabowo untuk menuntaskan kasus novel Baswedan. Kalau Prabowo jadi presiden 100 hari pertama kasus itu dapat diselesaikan. Nggak perlu kayak pak Jokowi nunggu 16 bulan tanpa titik terang," lanjutnya.


Bawaslu RI menemukan ada 199 bakal caleg yang merupakan eks napi korupsi. Terbanyak diketahui berasal dari Partai Gerindra, sementara PSI menjadi satu-satunya partai nasional yang tak mencalonkan koruptor di Pileg 2019.


Berdasarkan data, ada 27 caleg dari Gerindra yang teridentifikasi eks napi korupsi. Kemudian disusul Golkar sebanyak 25, lalu di susul NasDem 17 bacaleg. Data ini untuk caleg tingkat provinsi, kota/kabupaten.


Sementara itu untuk partai nasional, PSI menjadi satu-satunya partai yang zero bacaleg eks koruptor. Namun dari data Bawaslu, ada lima bacaleg yang tidak diketahui berasal dari partai mana.