2020, Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Masih Minus 0,70 Persen

Produksi pertanian dan perikanan di tengah pandemi Covid-19 menurun.

2020, Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Masih Minus 0,70 Persen
Ilustrasi. (Foto: Internet)






KABAR.NEWS, Makassar - Pandemi Covid-19 membuat ekonomi di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan mengalami minus selama tahun 2020. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun 2020 tetap mengalami kontraksi sebesar 0,70 persen. 

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah menjelaskan pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan IV sebesar 0,70 persen (c to c). Untuk Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel tahun 2020 mengalami penuran jika dibandingkan tahun 2019. 

"PDRB Sulsel pada tahun 2019 sebesar Rp330,51 triliun, sementara tahun 2020 turun 0,70 persen atau sebesar Rp328,19 triliun. Selama tahun 2020, ekonomi Sulsel menciptakan nilai tambah sebesar Rp504,48 triliun," ujarnya saat jumpa pers disiarkan YouTube, Jumat (5/2/2021).

Yos mengatakan masih minusnya kondisi perekonomian Sulsel tahun 2020, khususnya triwulan IV akibat produksi pertanian seperti padi dan jagung mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2019. Tak hanya pertanian, produksi perikanan Sulsel selama tahun 2020 juga minus 16,19 persen. 

"Produksi penangkapan ikan di laut Sulawesi Selatan tahun 2020 kontraksi sebesar -16,19 persen dibanding tahun 2019. Sedangkan produksi budidaya rumput laut tahun 2020 naik sebesar 0,40 persen dibanding tahun 2019," kata dia. 

Untuk industri pengolahan, terjadi penurunan produksi cukup besar dari industri besar sedang di Sulsel selama tahun 2020. Ia mencontohkan industri makanan-minuman serta industri barang galian bukan logam.

"Sedangkan, Industri Mikro Kecil juga mengalami penurunan produksi selama tahun 2020," kata dia. 

Volume ekspor Sulsel selama tahun 2020 juga mengalami penurunan sebesar 0,71 persen dibandingkan 2019. Sedangkan Impor Sulsel tahun 2020 juga mengalami kontraksi
sebesar -30,64 persen dibanding tahun 2019. 

"Meski demikian, neraca perdagangan Sulsel tahun 2020 surplus USD 399,19 juta," kata dia. 

Meski masih minus, sektor konstruksi dan belanja pemerintah membuat pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan IV meningkat sedikit. Ia mengatakan berbagai proyek pemerintah dan swasta tetap berjalan di tahun 2020 ini meski sempat terhambat pada kuartal II-2020. 

"Suntikan PEN Padat Karya dalam bidang konstruksi juga turut menambah realisasi belanja modal fisik khusus konstruksi meningkat dari tahun lalu. Di lain sisi realisasi investasi Sulsel naik signifikan," kata dia. 

Tahun 2020 realisasi belanja pegawai APBN naik 0,46 persen, belanja modal turun 18,12 persen. Belanja barang turun 17,81 persen, bantuan sosial naik 74,93 persen dibanding tahun 2019. 

Penulis: Darsil Yahya/A