2 Pimpin Houthi Yaman Dapat Sanksi AS

AS tetap memasukkan pemberontak Houthi Yaman sebagai kelompok teroris.

2 Pimpin Houthi Yaman Dapat Sanksi AS
Pemberontak Houthi. (Foto: AFP)






KABAR.NEWS - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden memutuskan memberikan sanksi kepada dua pimpinan pemberontak Houthi Yaman yakni Mansur Al-Sa'di dan Ahmad Ali Ahsan al-Hamzi. Dia orang tersebut diberi sanksi karena terlibat serangan ke sejumlah lokasi. 

Keputusan pemberian sanksi tersebut oleh Biden bertolak belakang dengan Donald Trump sebelumnya. Saat itu, Trump saat menjadi presiden akan mencabut Houthi dari daftar hitam terorisme. 

Sementara itu, pemerintahan Presiden Joe Biden telah mengisyaratkan batas toleransi AS terhadap gerakan Houthi dan memperingatkan bahwa AS akan terus menekan kepemimpinan kelompok tersebut.

"Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mendorong akuntabilitas kepemimpinan Houthi atas tindakan mereka, yang berkontribusi pada penderitaan luar biasa rakyat Yaman," kata Direktur Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri, Andrea Gacki, dalam pernyataan Departemen Keuangan dilansir Reuters, Rabu (3/3/2021).

Departemen Keuangan AS menuduh kedua pemimpin itu mengatur serangan Houthi ke negara-negara tetangga dan terhadap kapal komersial di perairan Internasional. Tindakan  yang dilakukan untuk memajukan agenda destabilisasi rezim Iran.

Al-Sa'adi disebut menerima pelatihan ekstensif di Iran dan membantu menyelundupkan senjata ke Yaman. Sementara Al-Hamzi memperoleh senjata buatan Iran untuk digunakan dalam perang saudara, termasuk dalam berbagai serangan drone.

"Amerika Serikat mengutuk penghancuran situs sipil oleh militan Houthi hari ini. Orang-orang ini memimpin pasukan yang memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman," kata Gacki.

Perang telah membawa negara miskin itu ke dalam apa yang disebut oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia.