2 Kali Positif dan Negatif, Elon Musk Sebut Alat Tes Covid Palsu

Alat Rapid Test

2 Kali Positif dan Negatif, Elon Musk Sebut Alat Tes Covid Palsu
CEO Tesla Inc. Elon Musk. (Twitter/Tesla)

KABAR.NEWS - CEO Tesla Inc. Elon Musk mempertanyakan keakuratan alat rapid test Virus Corona atau Covid-19. Dia menyebut tes antigen cepat ini palsu.


Pernyataan Musk menyusul hasil tes yang menunjukkan dirinya positif Covid-19 dua kali dan kemudian negatif dua kali pada hari yang sama, Kamis (12/11/2020).


"Sesuatu yang sangat palsu sedang terjadi. Telah diuji untuk Covid-19 empat kali hari ini. Dua tes kembali negatif, dua kembali positif. Mesin yang sama, tes yang sama, perawat yang sama. Tes antigen cepat dari BD," kata Musk dalam cuitannya di Twitter.


Melansir Reuters, alat rapid test yang dimaksud Musk mengacu pada tes antigen cepat yang diproduksi perusahaan BDX.N Becton Dickinson and Co.


Menurut Musk, jika dirinya positif Covid-19 sebanyak dua kali kemudian hasil tes alat yang sama menunjukkan negatif, maka hal itu bisa saja terjadi pada orang lain.


Selain melakukan rapid test Covid-19, pria 49 tahun tersebut juga sedang juga menunggu hasil tes Swab polymerase chain reaction (PCR) dari berbagai laboratorium.


Ketika ditanya oleh pengguna Twitter apakah dia menunjukkan gejala terpapar Covid-19, Musk mengatakan dia merasakan gejala "flu biasa".


"Sejauh ini tidak ada yang tidak biasa," tambah Musk.


Business Insider menyebut, pendiri raksasa teknologi tersebut memang berulang kali meremehkan  tingkat ancaman Covid-19. Musk bahkan terkadang menyebarkan informasi yang salah tentang virus  asal China ini.


Dalam wawancara di podcast "Sway" pada September, Musk mengatakan tak akan mendapatkan vaksin Covid-19 begitu juga untuk keluarganya karena mengklaim dirinya "tidak berisiko untuk Covid, juga anak-anak saya."