Skip to main content

180 Ribu ASN Dipindahkan ke Kaltim, Dapat Rumah dan Transportasi

Pulau Kalimantan
Ibu kota negara pindah ke Kaltim (int)

KABAR.NEWS - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin mengatakan pagawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pindah ke ibu kota negara baru, Kalimantan Timur (Kaltim), akan diberikan fasilitas rumah dan transfortasi dari pemerintah.

 

"Justru ASN yang pindah ke sana itu lebih efisien. Paling tidak fasilitas perumahan sudah disiapkan negara, tidak akan mengontrak atau beli-beli rumah seperti sekarang," ujar Syafruddin di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (27/8/2019) dilansir CNN. 

 

Pemerintah, lanjut dia, juga akan menyediakan fasilitas transportasi bagi ASN yang pindah. Sebab, jarak rumah dengan lokasi kerja para ASN diprediksi tak akan terlalu jauh seperti di Jakarta.

 

Para ASN, menurut Syafruddin, dapat menyimpan utuh gaji dan tunjangannya karena tak perlu mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal maupun transportasi. 

 

"Gaji utuh, tunjangan utuh, anak sekolah tidak perlu diantar mobil atau ojek karena cukup jalan kaki. Semua fasilitas akan ada untuk anak, sekolah, kesehatan, rekreasi, dan sebagainya," katanya.


Baca juga: Usai Sowan ke SYL, Deng Ical Melayat ke Kediaman Anak AGH Sanusi Baco


Kepindahan para ASN ke Kaltim ini, kata dia, akan dilakukan secara bertahap oleh Bappenas. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak bersabar menunggu kajian teknis dari pemerintah.

 

"Ada step-nya nanti, enggak langsung 'blek'. Kita lihat ibu kota Australia di Canberra, ibu kota Belanda di Den Haag, yang terdekat Putra Jaya di Malaysia. Kan enggak ribet-ribet amat, enggak gaduh juga pindahnya," ucapnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Syafruddin memperkirakan akan ada 180 ribu ASN yang pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru.

 

"Kita sudah data, yang akan pindah itu ASN di kementerian pusat, bukan daerah, bukan DKI. Itu yang di tingkat pusat jumlahnya 180 ribu ASN," ujar Syafruddin di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (27/8). 

 

Syafruddin meminta agar pemindahan ASN ini tak ditanggapi berlebihan. Menurutnya, jumlah itu tak lebih dari jumlah penduduk satu kabupaten di Indonesia. Selain ASN, presiden, wakil presiden, dan lembaga negara lain juga akan ikut pindah ke Kaltim.


Baca Juga: 1000 ASN Pensiun, Pemprov Sulsel Tekan Belanja Pegawai Hingga Rp3 T


"Jadi yang pasti pindah itu presiden, wapres, dan seluruh kementerian akan pindah. Kemudian lembaga-lembaga yang mengurusi pusat, lembaga legislatif, dan lembaga negara lain," ucap Syafruddin.

 

Sementara bagi ASN yang menolak, Syafruddin menegaskan ketentuan itu telah diatur dalam UU ASN yang salah satunya menjelaskan kewajiban untuk mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia. 

 

"Sudah ada UU-nya, tidak usah bicara sanksi. TNI/Polri, ASN sudah terikat negara ketika dia masuk. Janjinya kepada bumi pertiwi kita, tidak ada bedanya," katanya. 

 

Dari jumlah tersebut, 30 persen di antaranya tak akan ikut pindah karena pensiun. Nantinya ASN yang pensiun, kata dia, akan digantikan ASN muda periode perekrutan 2017 hingga 2019. 

 

"Mereka itu sebagian akan pensiun, paling tidak ada yang tahun ini, tahun depan, atau nanti 2021 sampai 2024. Jadi tentu yang akan menduduki posisi baru itu ASN muda," tuturnya.


Baca juga: 'Waiting List' CJH Sinjai Sudah 5527 Orang, Menunggu Hingga 21 Tahun


Pernyataan Syafruddin ini berbeda dengan sebelumnya yang memperkirakan 800 ribu ASN akan pindah ke ibu kota baru. Namun ia tak menjelaskan secara rinci soal jumlah tersebut. 

 

Sementara dari pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut akan ada sekitar 600 ribu ASN yang pindah. Sedangkan sisanya bertugas di Jakarta. 

 

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah memastikan ibu kota baru berada di dua kabupaten di Kaltim yakni Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Mantan Wali Kota Solo ini beralasan Kaltim dipilih karena pertimbangan strategis dan kebencanaan. Selain itu lokasi geografinya berada di tengah kepulauan nusantara.

 

 

 

Flower

 

loading...