16 Mahasiswa IAIN Bone Jadi Tersangka Tewasnya Peserta Diksar

Semua mahasiswa aktif

16 Mahasiswa IAIN Bone Jadi Tersangka Tewasnya Peserta Diksar
Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. (Instagram/iainbone.official)






KABAR.NEWS, Makassar - Polisi menetapkan 16 tersangka dalam kasus kematian mahasiswa IAIN Bone, Sulsel, bernama Irsan Amir. Korban meninggal dunia diduga saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala).


Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan mengatakan, keenam belas tersangka merupakan mahasiswa aktif kampus Kementerian Agama (Kemenag) tersebut. (Baca juga: Polisi Periksa Panitia Pelaksana Diksar Mapala IAIN Bone)


Penambahan tersangka dilakukan usai penyidik dari Polres Bone telah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan sejumlah saksi sejak Rabu (18/3/2021).


"Ditemukan cukup bukti untuk penetapan tersangka terhadap ke 16 Mahasiswa IAIN tersebut," kata Zulpan dalam keterangannya, Kamis (18/3/2021).


Para tersangka itu masing-masing berinisial SY, FA, SA, TA dan AR. Kemudian polisi menetapkan mahasiswa inisial SU, AS, AZ, FI, SA, RA, KA, SA, NA, HA, dan YU juga sebagai tersangka. Mereka diamankan dari sejumlah lokasi di Kabupaten Bone.


"Jadi ini terkait dugaan tindak pidana barang siapa yang dimuka umum bersama – sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan jika ia sengaja yang dilakukannya itu menyebakan luka, hingga kematian," tandas Zulpan seraya menambahkan para tersangka dijerat pasal 170 Ayat 1 dan 2 Ke 1e KUHPidana.


Sebelumnya, polisi hanya menetapkan 5 tersangka kasus meninggalnya Irsan. Lima orang tersebut adalah panitia Diksar Mapala IAIN Bone. (Baca juga: Reuni Keturunan Raja Bone ke-16 Bakal Dihadiri JK, Amran Hingga Sandiaga)


Dari informasi yang dihimpun, para tersangka telah melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa berusia 19 tahun tersebut saat mengikuti Diksar Mapala IAIN Bone selama delapan hari.

Polisi menyebut tersangka menganiaya korban dengan cara memukul hingga menendang bagian vital tubuh korban hingga tewas.


Penulis: Reza Rivaldy/B