Skip to main content

14 Ribu Narapidana dan Anak Sudah Dibebaskan untuk Cegah Corona

kabar.news
Penertiban Tahanan di Salah satu Lapas belum lama ini. (Dok;KABAR.NEWS)

 

 

KABAR.NEWS, JAKARTA - Kepala Bagian humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Rika mengatakan, pihaknya telah membebaskan sebanyak 14.797 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi dalam rangka mencegah Corona di lapas.

 

Angka tersebut adalah jumlah yang sudah bebas terhitung pada pukul 07.00 WIB, Kamis, 2 April 2020. Kebijakan itu juga dilakukan bertahap dari rencana 30.000 narapidana yang akan dibebaskan

 

"Update pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak per tanggal 2 jam 07.00 WIB," kata Kepala Bagian humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Rika, Kamis, (2/4/2020).

 

Rincian narapidana dan anak yang bebas dengan program integrasi berjumlah 4.945 orang, sedangkan yang dikeluarkan dengan program asimilasi adalah 9.852 orang. Mereka yang dibebaskan dikhususkan kepada yang masa 2/3 masa pidananya jatuh pada tanggal 1 April 2020 kemarin.

 

Sebelumnya Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nugroho mengatakan sekitar 30 ribu narapidana dan anak akan dikeluarkan melalui program asimilasi dan dibebaskan melalui program integrasi.

 

Pengeluaran dan pembebasan tersebut didasarkan pada peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Assimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19

 

"Ini menjadi bagian langkah dalam pencegahan penyebaran Covid -19 di Lapas, rutan dan LPKA,” kata Nugroho dalam keterangan tertulis, Rabu 1 April 2020.

 

Flower

 

loading...