11 Hari Serangan Israel, 232 Warga Gaza Meninggal Dunia

Israel menyetujui gencatan senjata di Gaza yang disodorkan Mesir.

11 Hari Serangan Israel, 232 Warga Gaza Meninggal Dunia
Rumah warga di jalur Gaza runtuh usai menerima serangan udara Israel.(Foto: AP)






KABAR.NEWS - Serangan militer Israel selama 11 hari, membuat ratusan warga Gaza meninggal dunia. Kementerian Kesehatan Gaza bahkan mencatat sudah 232 warga Gaza meninggal dunia dalam 11 hari sebelum disepakatinya gencatan senjata oleh Israel. 


Kementerian Kesehatan Gaza merinci dari 232 orang meninggal dunia, 65 diantaranya adalah anak-anak. Sementara itu, Kementerian yang dikelola kelompok Hamas itu menyebutkan 1.900 warga Palestina terluka akibat serangan Israel. Di pihak Israel, menurut otoritas Israel, sebanyak 12 orang tewas akibat tembakan roket Hamas dari Gaza.


Pada Jumat (21/5), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkonfirmasi gencatan senjata dengan Hamas yang menguasai Gaza. Netanyahu menerima usulan gencatan senjata yang ditawarkan Mesir.


"Dengan suara bulat menerima rekomendasi untuk menerima inisiatif Mesir untuk gencatan senjata ... tanpa syarat," ujar Netanyahu seperti dilansir dari AFP, Jumat (21/5/2021).


Hamas mengumumkan gencatan senjata itu berlaku mulai Jumat (21/5) pukul 02.00 waktu setempat. Namun, pemerintah Israel tidak mengumumkan kapan gencatan senjata mulai berlaku.


Sebelumnya, beberapa pihak terus mendorong gencatan senjata. Salah satunya dari Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, yang pada Rabu (19/5) waktu setempat mendorong Netanyahu untuk melakukan deeskalasi agar gencatan senjata bisa diwujudkan.


Biden menyambut baik gencatan senjata yang diumumkan Israel dan Hamas. Ia mengatakan Amerika Serikat telah mengupayakan gencatan senjata terkait konflik di Israel dan Palestina.


"Saya yakin kami memiliki kesempatan sejati untuk membuat kemajuan dan saya berkomitmen untuk mengupayakannya," kata Biden di Gedung Putih.


Biden mengatakan dirinya telah berbicara dengan Netanyahu dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi terkait gencatan senjata tersebut. Biden sendiri sebelumnya mendapatkan banyak kecaman dari berbagai kalangan karena tidak mendorong sekutu AS, Israel untuk mengutamakan opsi gencatan senjata sejak awal konflik.