Skip to main content

YouTube Hapus Komentar yang Kritisi Pemerintah Komunis Cina

YouTube Hapus Komentar yang Kritisi Pemerintah Komunis Cina
Ilustrasi YouTube. (Unsplash/Nordwood Themes)

KABAR.NEWS - Platform video YouTube dilaporkan telah menghapus komentar-komentar bernada kritis yang mengarah terhadap Pemerintah Cina.


Melansir The Verge, sejumlah komentar pada unggahan video di YouTube terhapus tiba-tiba, salah satunya komentar yang ditulis oleh pendiri perusahaan Oculus dan Anduril, Palmer Luckey.


Baca juga: YouTuber Terkaya, PewDiePie Nikahi Kekasihnya Setelah 8 Tahun Pacaran


Palmer Luckey mengaku, kritika yang dia tulis menggunakan frasa China "bandit komunis" atau "partai 50 sen" tiba-tiba lenyap dari kolom komentar YouTube. Keluhan itu lantas disampaikan Luckey di Twitter, pada Selasa (26/5/2020) kemarin.


"YouTube telah menghapus setiap komentar yang pernah saya buat tentang Wumao, sebuah divisi propaganda internet dari Partai Komunis Tiongkok," tweet Luckey.



Hilangnya komentar-komentar yang mengarah ke Partai Komunis Cina lantas ditanggapi YouTube sebagai "kesalahan" dalam sistem moderasi yang sifatnya otomatis.


Juru bicara YouTube mengatakan, bahwa penghapusan otomatis adalah hasil dari kesalahan dalam sistem penegakan hukum kami yang sedang dicari perusahaan.


"Pengguna dapat melaporkan masalah yang dicurigai untuk memecahkan kesalahan dan membantu kami melakukan perbaikan produk," kata juru bicara itu kepada TechCrunch, Rabu (27/5/2020).


Menurut YouTube penghapusan komentar yang mengarah ke Cina, adalah efek yang tidak disengaja dari sistem moderasi komentar yang dirancang untuk menyaring komentar bernada kebencian, pelecehan, dan spam.


Baca juga: Youtube Rilis 'Copyright Match' untuk Lindungi Hak Cipta, Ini Keunggulannya


Dalam beberapa bulan terakhir, YouTube diketahui telah menerapkan teknologi Artificial Intellegence (AI) untuk menyaring komentar-komentar negatif.

 

Platform dari Google itu mengakui bahwa kurangnya pengawasan manusia pada sistem ini akan menyebabkan lebih banyak konten yang secara keliru dihapus dari YouTube.

 

Flower

 

loading...