Skip to main content

Yorrys dan KNPI Sambangi GP Ansor Klarifikasi Hoaks Bubarkan Banser

Yorrys dan KNPI Sambangi GP Ansor Klarifikasi Hoaks Bubarkan Banser
Anggota DPD terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai (kelima kiri), Ketua DPP KNPI Noer Fajriansyah (keempat kiri) dan Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser, Alfa Isnaeni di DPP GP Ansor, Selasa (27/8/2019). (Detik) 


KABAR.NEWS, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai, menyambangi Kantor DPP GP Ansor, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019) terkait beredarnya tuntutan pembubaran Banser yang mengatasnamakan dirinya.


Di hadapan Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser, Alfa Isnaeni, Yorrys mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah menyatakan tuntutan pembubaran Banser dan mengatasnamakan masyarakat Papua.


"Jadi menurut saya, ini hoaks dan baru pertama kali saya merasakan dampak hoaks ini," ujar Yorrys seperti tayangan video  channel YouTube, NU Channel, dilihat KABAR.NEWS Rabu (28/8/2019) dini hari.


Baca juga: 180 Ribu ASN Dipindahkan ke Kaltim, Dapat Rumah dan Transportasi

Didampingi Ketua DPP KNPI Noer Fajriansyah bersama sejumlah pengurus di antaranya Ketua DPD KNPI Sulsel Imran Eka Saputra, Yorrys menjelaskan duduk perkara awal mula beredarnya tuntutan pembubaran Banser yang mengatasnamakan dirinya.


Menurut Yorrys, pada tanggal 22 Agustus dirinya berada Papua Barat bersama Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI dan Kapolri untuk berdialog dengan Tokoh Masyarakat di Sorong.


Dalam pertemuan itu, kata Yorry, Wali Kota Sorong menyampaikan pesan tertutup kepada Menkopolhukam tentang aspirasi yang berkembang dari unjuk rasa tanggal 21 Agustus atau sehari sebelum dirinya berada di Papua Barat.

 

"Jadi bukan itu (tuntutan pembubaran Banser, re) dibacakan di dalam pertemuan itu. Tidak ada sama sekali, dan saya sendiri tidak tahu itu masalah," ujar Yorrys.


Yorrys mengetahui adanya tuntutan pembubaran Banser berawal dari pesan WhatsApp yang diteruskan awak media untuk mengklarfikasi hal tersebut. Politisi Golkar ini mengakui, dirinya mendapat terusan pesan tuntutan itu namun tak membacanya secara keseluruhan.


Baca juga: Puluhan Ormas Somasi Menkominfo Terkait Pemblokiran Internet di Papua

Tak lama berselang, tujuh tuntutan masyarakat Papua diberitakan salah satu media dan menjadikan Yorrys sebagai pihak yang mengkonfirmasi pesan tersebut.


"Semua telfon saya dari NU dan Banser, maka saya komunikasi saya perlu klarfikasi. Melihat pertemuan ini secara utuh. Memang ada tuntutan itu, tapi kami waktu di sana tidak mendengar secara ekspilisit," beber Yorrys.


"Ada gerakan di luar ini untuk mencoba untuk membelah kita sebagai anak bangsa dengan suasana ini ada momentum mereka coba melakukan apa saja untuk memecah bela kita," tambah Yorrys.


Sementara Kasatkornas Banser, Alfa Isnaeni menerima dengan baik kedatangan Yorrys yang mengklarfikasi tuntutan tersebut langsung kepada GP Ansor dan Banser.


"Beliau menyampaikan klarfikasi, atau bahasa santrinya Tabayyu  terhadap berita yang selama ini berkembang tentang tuntutan yang berangkat dari Sorong. Salah satu tuntutanya adalah bubarkan Banser, tapi ternyata yang kita terima dari klarifikasi beliau adalah bukan dari beliau itu, bukan pernyataan Yorrys," jelas Alfa.
 


 

 

loading...