Skip to main content

WASPADA ! Obat PCC Incar Anak Dibawah Umur

sccweew
Korban akibat obat PCC yang gejalanya mirip seperti yang ditimbulkan narkoba Flaka.(INT)

 

KABAR.NEWS, Jakarta - Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tiba-tiba gempar setelah 50 orang mengalami efek kejang-kejang mirip efek yang disebabkan narkoba Flakka. Badan Narkotika Nasional (BNN) pun langsung bergerak cepat untuk meneliti obat yang menimbulkan korban. 

Hasil dari pemeriksaan, BNN menyatakan obat tersebut mengandung paracetamol, caffeine, dan carisoprodol (PCC). Obat yang menimbulkan gejala kejang-kejang dan bisa membuat badan terasa sakit.

 

"Sekarang ini efeknya kejang-kejang, mual, dan seluruh badan terasa sakit," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari dikutip dari detikcom, Kamis (14/9/2017).

 

Arman pun mengingatkan, peredaran PCC menyasar anak dibawah umur. Untuk itu, BNN mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anak-anaknya agar tidak menjadi sasaran pengedar PCC. 

"Sasaran ini adalah anak-anak di bawah umur," ungkapnya. 

Meski sudah mengetahui target pengedar PCC, BNN dan polisi masih belum bisa mengungkap motif peredaran PCC di anak-anak. 

"Ini masih terus dikembangkan, mudah-mudahan nanti atas kerja sama semua pihak maka kita bisa mengungkap dari mana sumber barang ini, apa motivasinya, dan bagaimana modusnya sehingga yang menjadi sasaran ini adalah anak-anak di bawah umur ini," kata Arman.

Kapolsek Mandonga AKP Haris Akhmat Basuki mengatakan terus menggali informasi dan melakukan pengembangan untuk mengungkap peredaran PCC di wilayah hukumnya. 

"Kemarin, saat mendapatkan laporan terkait korban dari obat berbahaya tersebut, kami langsung melakukan pendataan, berdasarkan informasi yang kami himpun dari keluarga korban dan masyarakat, sehingga kami mendapatkan informasi terkait tersangka dan kami langsung melakukan penggerebekan di kediamannya," terangnya ketika dihubungi 

Sekedar diketahui, 50 pelajar dan pegawai menjadi korban akibat mengonsumsi obat PCC. Seorang ibu rumah tangga (IRT) dengan inisial ST (39), yang diduga menjadi pengedar, ditangkap polisi sekitar pukul 02.00 Wita, Kamis (14/9/2017) dini hari, di kediamannya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).