Skip to main content

Video: Kapten Curas Berakhir di Ujung Peluru

Arifin dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara usai dilumpuhkan dengan timah panas polisi, Senin (21/8/2017) dini hari, sekira pukul 00.40 Wita. (IST)

 
KABAR.NEWS, Makassar - Arifin yang merupakan salah satu tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) disebut oleh polisi berperan sebagai Kapten dalam tim, serta sebagai eksekutor. Ia dinyatakan meninggal dunia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Senin 00.40 Wita.

"Iya, dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara karena kehabisan darah," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. 

 
Mereka pun diamankan di Wisma Paldar kamar 106 dan 107 di Jalan Tandipau Nomor 29, Kelurahan Tomarundung, Kecamatan, Wara Barat, Kota Palopo. Minggu (20/8/2017) sekira pukul 07.00 wita.

Saat dilakukan penangkapan, Tim Resmob juga berhasil menyita barang bukti satu unit mobil toyota Rush, satu buah gergaji besi, dua buah obeng, empat dompet serta empat Handphone.
  
Sementara itu, sebelum ditangkap, para pelaku telah beraksi di Sumatera Utara, dan beberapa provinsi lainnya, serta di Kabupaten Bulukumba dengan menggasak uang sebanyak Rp120 juta. mereka pun disebut polisi berencana melancarkan aksi di salah satu koperasi yang ada di Kota Palopo serta beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan lainnya.
  
"Hingga saat ini, tiga tersangka telah diamankan di Mako Polda Sulsel, sementara tersangka yang meninggal dunia sementara menghubungi keluarganya di Simalungun Sumut," tutupnya.

  • Lodi Aprianto