Skip to main content

Video: Hotman Paris Ajak Keluarga Korban Pesawat Jatuh Minta Ganti Triliunan Rupiah

Video Hotman Paris: Argumen Hukum Ganti Rugi Korban Pesawat Lion Air
Pengacara Hotman Paris. (Instagram/Hotmanparisofficial)

KABAR.NEWS, Makassar - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea  menyinggung rendahnya nilai ganti rugi yang diberikan maskapai penerbangan Lion Air terhadap kepada keluarga korban jatuhnya pesawat JT 610 di perairan teluk Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018.

Hotman Paris membandingkan, bagaimana sanksi hukum ganti rugi di negeri Paman Sam terhadap perusahaan transportasi yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Menurutnya sanksi ganti rugi di Amerika Serikat akibat jatuhnya korban dalam kecelakaan transportasi nilanya sangat besar.

"Perusahaan penerbangan atau transportasi di amerika yang paling ditakuti adalah sanksi putusan ganti rugi oleh pengadilan terhadap para korban yang meninggal. Karena di sana kerugiannya bisa sangat besar," ujar Hotman Paris melalui rekaman video di akun instagram miliknya, Kamis (1/11/2018).

Maka pengacara yang identik dengan glamouritas itu, mengajak kepada keluarga korban penumpang pesawat yang baru saja jatuh tersebut untuk menggugat dengan ganti rugi triliunan rupiah ke meja hijau 


Nonton juga: 

"Menurut  pasal 1365 KUH Perdata, apabila karena kelalaian maka kerugian immateril  bisa digugat sampai triliunan sebenarnya oleh keluarga korban," ujar Hotman Paris melalui rekaman video di akun instagram miliknya, Kamis (1/11/2018).

Dia menjelaskan rendahnya nilai ganti rugi yang diberikan maskapai penerbangan kepada keluarga korban meninggal disebabkan amburadulnya sistem hukum di Indonesia. 


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) pada


"Di Indonesia, paling-paling yang kena sanksi hanya direkturnya, direktur teknis, yang cuma orang gajian. Mau dipecat atau apapun pemilik perushaannya tenang-tenang saja. Itulah hukum di Indonesia masih sangat berantakan, keadilan sangat mahal," papar Hotman melalui video yang direkam di dalam mobil itu.

Selain video itu, Hotman juga mengaku siap mendampingi dan membawa kantor pengacara hukum luar negeri untuk membantu gugatan keluarga korban kepada maskapai penerbangan yang pesawatnya baru saja jatuh tersebut.


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) pada


Berbeda dengan argumen hukum Hotman, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, meminta Kemenhub untuk memastikan bahwa pihak Lion Air bertanggung penuh terhadap hak-hak keperdataan penumpang sebagai korban, terkait kompensasi dan ganti rugi. 

"Bahkan managemen Lion Air harus bisa memastikan keluarga/ ahli waris yang tinggalkan masa depannya tidak terlantar, ada jaminan biaya pendidikan/ beasiswa untuk ahli waris yang masih usia sekolah," ujarnya di Jakarta, dikutip dari Merdeka.

Meski demikian, netizen justru mendukung apa yang dipaparkan oleh Hotman Paris di Instagram. Akun @auliyababystore misalnya, menyebut sanksi ganti rugi triliunan rupiah bisa menuai efek jerah.

"Benar sekali bang, biar ga SEMBRONO (ceroboh) lagi para pemilik maskapai penerbangan, ga main-main yang mreka bawa itu nyawa lho, masak sebegitu ga berharganya nyawa manusia sampai pesawatnya jatuh berkali-kali," tulis @auliyababystore, di kolom komentar unggahan Hotman.



loading...