Skip to main content

Universitas Indonesia Timur di Ujung Tanduk ?

KAMPUS UIT
Rektor Universitas Indonesia Timur (UIT)Makassar, Prof Basri Wello dan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Sulawesi, Prof Jasruddin Daud di Jakarta bersama para mahasiswa UIT yang menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Kemenristek Dikti. (IST)

KABAR.NEWS, Jakarta - Kabar tak sedap menyelimuti Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar. Perguruan tinggi swasta yang didirikan sejak 5 Juli 2001 itu, terancam sanksi berat.

Di sebuah grub tertutup Universitas Indonesia Timur, beredar surat pernyataan dari Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi, Totok Prasetyo, terkait dikeluarkannya sanksi pencabutan izin pendirian UIT Makassar. Dalam isi surat itu, terdapat tiga poin yang harus dilakukan pihak universitas.

UIT

Pertama, memindahkan mahasiswa UIT ke perguruan tinggi swasta, yang dianggap layak dan memenuhi standar nasional tanpa dibebani biaya pemindahan sedikit pun.

Kedua, bersedia mengawal mahasiswa dalam menuntut pihak yayasan UIT, untuk segera mengganti segala bentuk kerugian mahasiwa UIT Makassar.

MAHASISWA

Ketiga, mengeluarkan surat legitimasi ijazah alumni UIT di instansi pemerintahan dan dapat melanjutkan studi di perguruan tinggi nasional maupun swasta.

"Kemenristek Dikti akan merealisasikan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa UIT Makassar secepatnya, sebelum pencabutan izin pendirian UIT," terang Totok dalam isi surat pernyataan tersebut.

UIT

Hal ini menuai reaksi keras dari sejumlah mahasiswa yang berkuliah di kampus tersebut. Salah seorang mahasiwa UIT, kepada KABAR.NEWS menuturkan, surat pernyataan itu keluar setelah sejumlah mahasiwa UIT menggelar aksi unjuk rasa di gedung Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat sejak Kamis (11/10) kemarin.

MAHASIWAUIT