Skip to main content

Transaksi Non Tunai di Sulsel Masih Rendah, PJI Sulsel Gaungkan GNNT

Diskusi publik Gerakan Nasional Non Tunai yang diselenggarakan oleh PJI Sulsel di Hotel Grand Clarion Makassar, Selasa (12/9/2017).KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Pemerintah Jokowi-JK telah mencanangkan untuk peningkatan transaksi non tunai di masyarakat. Hanya saja, hingga saat ini program tersebut masih belum berjalan dengan baik. Hal itu ditunjukan masih rendahnya angka transaksi non tunai di Indonesia. 

Melihat data dan fakta tersebut, Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar diskusi publik untuk menggaungkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dengan menghadirkan sejumlah stakeholder di Hotel Grand Clarion Makassar, Selasa (12/9/2017). 

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel, Bambang Kusmiarso mengatakan BI telah mencangkan GNNT sejak tahun 2014 lalu. Hanya saja, hingga saat ini GNNT masih belum terasa di masyarakat. Berdasarkan data BI Sulsel, GNNT yang paling terasa adalah pembayaran non tunai di jalan Tol. 

 

"Di Sulsel, upaya transaksi non tunai juga dilaksanakan melalui elektronifikasi pembayaran jalan tol. Saat ini, jumlah penggunaan uang elektronik di jalan tol masih dibawah 10 persen,"paparnya. 

 

Sementara untuk data nasional, jumlah transaksi non tunai di Indonesia masih terbilang rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. 

"Di Singapura, Malaysia dan Thailand, nilai transaksi non tunai sudah mencapai nilai di atas 80%, Singapura bahkan 90% lebih,"ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PJI Sulsel, Abdullah Rattingan mengatakan rendahnya transaksi non tunai terjadi dikarenakan masih kurang massifnya sosialisasi yang dilakukan oleh perbankan kepada masyarakat. 

"Di Sulsel sebagai pusat ekonomi di kawasan Indonesia Timur angka transaksi non tunai masih rendah. Untuk itu perlunya sosialisasi yang lebih massif agar GNNT ini bisa menggema di masyarakat,"pungkasnya.