Skip to main content

Tragis ! Suku Pedalaman Amazon Dibunuh Penambang Liar

adaaaattt
Suku pedalaman penghuni Amazon (INT/Funai)

 

KABAR.NEWS – Kekayaan sumber alam di hutan Amazon betul-betul menjadi daya tarik. Hutan tropis yang kaya keanekaragaman hayati ini juga sumber mineral tambang yang menarik dijarah oleh sejumlah pihak sebagai sumber ekonomi.

Namun, ternyata hal tersebut tidak menjadi keuntungan bagi masyarakat pedalaman Amazon. Terbaru, mereka kembali menjadi korban kebiadaban para penambang liar di wilayah itu. 

Diduga 20 orang dari suku pedalaman Amazon dibunuh dan dimutilasi oleh penambang emas di Brazil. Dua orang penambang telah ditahan setelah mabuk dan berbicara dengan bangga mengenai pembunuhan kepada masyarakat lokal penghuni Amazon, menurut keterangan Badan masyararat adat Brazil (FUNAI).

Kedua penambang emas tersebut datang ke bar dan bercerita mengenai kasus itu. Leila Silvia Burger Sotto-Maior dari Funai menyatakan “ itu merupakan pembicaraan yang kejam. Mereka bahkan dengan bangga bercerita telah memotong tubuh sang korban dan membuangnya ke sungai,” jelasnya.

Penambang liar tersebut bahkan mengakui bahwa itu adalah pembunuhan. Diduga pembunuhan tersebut terjadi di wilayah masyarakat adat Vale do Javari di areal seluas 21 juta hektar, sekitar 75 mil dari Manaus, ibukota negara bagian Amazon. 

Menurut National Indian Foundation (FUNAI), terdapat 14 masyarakat adat yang tinggal di sana, jauh dari dunia luar.

Seorang tokoh masyarakat lokal Adelson Kora Kanamasari menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Amazon Real bahwa sekitar 18 hingga 21 orang lokal telah diserang dan dibunuh.

“Jika cerita itu benar adanya, Presiden Temer dan pemerintahannya akan memikul tanggung jawab besar terhadap kasus genosida ini,” ujarnya. 

“Para pelaku merupakan penguasa lahan, pemburu, maupun penambang. Kebanyakan suku lokal dibunuh dalam pengasingan, tetapi kami tidak tahu persis tanggal dan jumlah pasti korban tewas,” tambahnya. 

Kasus pembunuhan juga diungkap oleh Survival International, yang menyatakan pembunuhan diduga terjadi pada bulan lalu tetapi baru ketahuan setelah penambang emas menceritakan kejadian tersebut. 

Hingga kini, pihak jaksa telah membuka kasus ini, menyatakan bahwa investigasi telah mulai dilakukan. “Kami sedang menindaklanjuti, tetapi kendalanya karena wilayahnya sangat luas dan akses terbatas,” ujar Pablo Luz de Beltrand.

Ditambahkan, ini merupakan kasus kedua dilakukan investigasi mengenai kasus pembunuhan orang lokal penghuni Amazon. Pada Februari lalu dilaporkan pula kejadian serupa menimpa suku pedalaman Amazon yang juga dibunuh. 

Dikutip dari New York Times, semakin meningkatnya konflik lahan pada sejumlah wilayah terpencil di Brazil menjadikan kelompok masyarakat pedalaman, masyarakat desa, aktivis lingkungan sebagai sasaran korban kekerasan.

Lebih dari 50 orang tewas terbunuh hingga akhir Juli, sementara pada tahun sebelumnya 2016 sebanyak 61 korban, menurut laporan Land Pastoral Commission.