Skip to main content

Tinjau Korban Gempa dan Tsunami Palu, Sekjen PBB: Saya Juga Pernah Mengalami Hal yang Sama

Wapres JK bersama Sekjen PBB Antonio Gutterez dan CEO World Bank Kristalina Georgieva saat meninjau korban gempa dan tsunami di Palu, Sulteng, Jumat (12/10/2018). (DOK SetWapres)

 

KABAR.NEWS, Palu - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Gutterez bersama CEO World Bank Kritalina Georgieva dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengunjungi dan melihat langsung penanganan korban gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sulawesi tengah (Sulteng), Jumat (12/10/2018). 


Saat kunjungan tersebut, Wapres JK mengapresiasi World Bank dan PBB yang membantu Indonesia dalam penanganan korban gempa dan tsunami. Ia mencontohkan kepedulian World Bank dan PBB saat penanganan gempa dan tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu. 


Baca Juga; 


"Sangat membantu dalam melakukan rekonstruksi Aceh, terima kasih atas bantuan yang akan diberikan untuk Palu,"  ujarnya.


Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Laksamana Muda TNI Willem Rampangilei diberikan kesempatan untuk menjelaskan kondisi Palu dan Donggala pasca gempa tsunami. 


"Tidak ada elektrik, komunikasi, banyak jenazah, dan rumah sakit tidak operasioanal penuh. Palu adalah ibu kota provinsi, serta pusat pemerintahan dan ekonomi, dan ini sangat melumpuhkan kegiatan," ungkapnya.


Ia juga menceritakan banyaknya bangunan pemukiman, pemerintahan, dan fasilitas umum yang rusak. Korban meninggal dunia mencapai 2.840 orang dan daerah yang mengalami kerusakan parah terjadi di Balaroa dan Petobo. 


Setelah melihat secara langsung kondisi Palu pasca diguncang gempa dan tsunami, Sekjen PBB Antonio Gutteres  mengungkapkan keprihatinan yang mendalam, dan solidaritas dari negara-negara anggota PBB. 


"Solidaritas terhadap para korban yang terdampak sangat luar biasa," kata Gutteres.


Ia mengapresiasi respon cepat pemerintah Indonesia dalam menangani bencana ini. Untuk itu, ia bersama para komunitas internasional akan terus mendukung,  sehingga penanganan bencana ini menjadi efektif.


"Saya percaya komunitas Internasional siap memberi bantuan untuk memulihkan, merekonstruksi Palu," ujarnya.

 


Ia pun juga menceritakan pernah mengalami hal yang sama di kota kelahirannya.

 

"Kelahiran saya di Lisbon, juga (pernah) mengalami hal yang sama, gempa serta tsunami," kenangnya.


Atas bencana ini, ia pun tak lupa menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan keluarganya.


"PBB bersama Sulawesi dan Indonesia. Kami percaya kepada Pemerintah Indonesia untuk memimpin proses ini," tambahnya.


Sementara di tempat yang sama, CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva menyampaikan rasa  simpatinya atas apa yang terjadi di Palu, dan menyatakan bahwa tantangan dari bencana adalah membangun kembali dengan lebih baik.


Ia juga mengungkapkan,  bahwa bencana di Palu adalah bencana yang unik. Hal ini berdasarkan data yang telah dibuat World Bank dari hasil asesmen mengenai daerah yang terdampak beserta kerugiannya.


Untuk bantuan, World Bank telah menyiapkan dana sebesar USD 5 juta untuk rekonstruksi, dengan harapan dapat memberikan manfaat kepada mereka yang kehilangan segalanya.


"Kami prihatin atas apa yang terjadi, dan kami siap membantu yang dibutuhkan oleh Indonesia," pungkasnya.