Skip to main content

Terlibat Dalam Peredaran Narkoba, Polisi Amankan Oknum Ketua RT di Makassar

Narkoba
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika saat merilis tersangka di Mapolrestabes Makassar, Jumat (11/1/2019).(KABAR.NEWS)


KABAR.NEWS, Makassar - Opsnal Narkoba Polrestabes Makassar, berhasil meringkus oknum Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kota Makassar berinisial RB (43) karena terlibat dalam jaringan peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Kamis (10/1/2019) malam. Oknum Ketua RT tersebut diamankan bersama rekannya bernama HH (32) warga di Kabupaten Gowa.


Dihadapan polisi, RB mengaku telah lama menggunakan sabu. Bahkan, ia juga mengaku kerap pergi membeli sabu-sabu atas permintaan rekannya.


Baca Juga:


"Sejak tahun 2016, saya konsumsi sabu-sabu. Dan sesekali juga pergi membeli lalu menjualnya kembali," akunya saat ditemui di Polrestabes Makassar, Jumat (11/1/2019).


Mirisnya lagi, setelah bertahun-tahun terlibat dalam narkoba, istri dan anak RB tidak mengetahui perbuatannya ini. RB menggunakan narkoba jika melihat anak dan istrinya telah terlelap tidur.


"Kalau tidur mi istriku dan anakku baru saya pakai sabu-sabu," bebernya.


Sementara Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika menjelaskan bahwa pelaku merupakan target operasi (TO) polisi. Karena berdasarkan informasi yang diterima, Ketua RT ini kerap melakukan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lokasi kejadian.


"Pelaku ini merupakan pengedar dan sekaligus penyalahguna narkoba. Dia kerap pergi membeli sabu-sabu atas permintaan dari beberapa rekannya," ucap Diari Astetika, saat ditemui di Polrestabes Makassar, Jumat (11/1/2019) sore.


Saat dilakukan penangkapan dan penggerebekan, polisi berhasil menemukan barang bukti berupa beberapa sachet kosong sisa sabu, serta alat hisap sabu. 


"Saat dilakukan tes urine, mereka ini positif narkoba dan diduga mereka baru saja sudah berpesta narkoba," tambahnya.


Atas perbuatannya, oknum ketua RT ini bersama rekannya dijerat dengan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1), UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun.

  • Lodi Aprianto