Skip to main content

Tanggung Biaya Sekolah, Janji PT Istaka Karya untuk Keluarga Korban Pembunuhan Pekerja Trans Papua

KKB
Dirut PT Istaka Karya, Sigit Winarto.(INT)
 


KABAR.NEWS, Jayapura - PT Istaka Karya menjamin kepada keluarga korban jenazah pembunuhan 31 pekerja proyek jalan Trans Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). Saat ini sudah ada 9 jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh TNI-Polri. 


Direktur Utama PT Istaka Karya Sigit Winarto mengapresiasi kerja-kerja TNI dan Polri yang dengan sigap melakukan evakuasi terhadap korban pembunuhan KKB. 


Baca Juga: 


Menurutnya, pada saat kejadian ada 27 pekerja PT Istaka Karya ditambah 1 orang dari Kementerian PUPR. 28 pekerja itu melakukan pekerjaan pembangunan jembatan di ruas Mugi-Habema, yang merupakan bagian dari proyek Trans Papua.


"Kami bertanggung jawab penuh untuk para korban sampai ke keluarganya masing-masing," tegasnya di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua, Jumat, (7/12/2018) dikutip dari viva.co.id.


Sigit menegaskan PT Istaka Karya tidak akan lepas tangan dengan nasib keluarga pekerja yang meninggal dunia saat bertugas. Perusahaan akan memberikan kompensasi dan santunan keluarga korban, termasuk jaminan pendidikan bagi anak-anak korban.


"Keluarga besar BUMN akan memberikan santunan kepada keluarga korban dan beasiswa kepada anak-anak korban yang masih kecil sehingga dapat melanjutkan sekolah sampai tingkat SMA," ujarnya.


Sebelumnya, tim gabungan TNI dan Polri kembali berhasil mengevakuasi tujuh jenazah, korban pembantaian kelompok separatis Papua, dari Nduga ke Timika, Jumat, 7 Desember 2018. Evakuasi dilakukan pagi tadi dengan menggunakan helikopter.

Dengan demikian, sudah 16 jenazah yang sudah berhasil dievakuasi. Masih ada tiga jenazah yang belum ditemukan.
 

 

loading...