Skip to main content

Syuting Film Melawan Takdir di Gowa Libatkan Warga

melawan takdir
Situasi syuting film Melawan Takdir di Kelurahan Bakung, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sabtu (12/8/2017). (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Crew Film Melawan Takdir yang diproduksi oleh Rumah Produksi 7 Langit, kembali menggelar syuting hari ke-4 di Kelurahan Bakung, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sabtu (12/8/2017).

Kali ini syuting film Melawan Takdir merekam kisah kematian sosok nenek dari Prof Hamdan Juhanis. Diangkatnya kematian nenek dari Hamdan dalam narasi film Melawan Takdir karena, kedekatan Hamdan Juhanis dengan sosok neneknya menjadi penting.

Sosok nenek diperankan oleh Sangiang Dg. Ngai, membuat Hamdan teringat saat terakhir kali dia bertemu dengan nenek "Bisa dikata saya lebih dekat dengan mak puang dari pada mama saya sendiri," kata Prof Hamdan Juhanis dalam rilis yang diterima KABAR.NEWS.

Selain itu, dalam syuting hari ke - 4 merekam kehadiran Tokoh Puang Manje, sebagai sosok Kepala Desa yang menopang kehidupan Hamdan Juhanis pasca bapak dari Hamdan meninggal dunia.

Tokoh Puang Manje diperankan oleh Mantan Ketua AJI Sulsel, Andi Fadli, dan Istri Puang Manje, yang di perankan oleh Putri Sulsel, Yulinar Arif.

Syuting film Melawan Takdir di Desa Bakung Kabupaten Gowa, juga menjadi tontonan masyarakat setempat. Bahkan beberapa warga menjadi pemeran pembantu saat adegan melayat kematian nenek Hamdan Juhanis.

"Ada menjadi pemeran pembantu sebagai warga yang melayat, bahkan ada juga yang membantu kru untuk mengamankan lokasi," kata Jusni Ansar, salah satu Crew film Melawan Takdir.

Diberitakan sebelumnya syuting film Melawan Takdir juga mengambil lokasi syuting di Desa Mallari, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Selasa pekan lalu. Film Melawan Takdir merupakan film yang merekam kehidupan Prof Hamdan Juhanis yang diangkat dari Buku Melawan Takdir karya Hamdan Juhanis.

  • Arya Wicaksana