Skip to main content

Survei PPP Rendah, Romy: Kita Ingin Menang Pemilu, Bukan Survei

ppp
Ketua Umum DPP PPP, M. Romahurmuziy saat membuka pembekalan caleg PPP Se-Sulsel di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/11/2018). (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Temuan sejumlah lembaga survei menempatkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diprediksi hanya memperoleh angka elektabilitas 2 persen pada Pemilu 2019.

Menanggapi rendahnya survei elektabilitas PPP, Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy berpendapat bahwa, partainya ingin memenangkan Pemilu, bukan menjadi pemenang dalam deretan temuan lembaga survei.

"Kita mau menang pemilu, bukan mau menang survei. Banyak, Parpol yang disurvei begitu tinggi, tapi saat pemilu hasilnya tidak seperti yang diramalkan," ujar Romahurmuziy di Coffee Holic by Sija, Jalan Topaz Raya Makassar, Kamis (8/11/2018).

Romy sapaan Romahurmuziy juga menyoal metodologi lembaga survei. Menurutnya, data temuan survei elektabilitas partai politik oleh sejumlah lembaga kerap meleset dari hasil Pemilu 2018.

Ia memberi contoh, bagaimana PPP diproyeksikan hanya meraih 2 persen suara saat Pemilu 2014. Namun kenyataannya, kata Gus Romy, PPP meraih suara pada angka 6 persen.

"Kenapa?, karena memang, ada permasalahan metodologi. Semua partai menengah dan Islam selalu under represented, meraih perolehan lebih rendah dari potensi nyatanya. Kenapa demikian? Karena untuk mencapai murahnya survei, para lembaga survei menyederhanakan pengambilan sampel," ujarnya.

"Sampel yang semestinya terdiri 1500 orang per sekali survei, terdiri dari 1500 desa di Indonesia, dibagi menjadi 150 desa, setiap sampel terdiri dari satu desa yang sama. Ini eror sampling. Dan yang dirugikan adalah partai menengah ke bawah," tambah Romy.

Dia menduga, hasil temuan lembaga survei atas elektabilitas partai politik hanya digunakan untuk menggiring opini publik, bukan untuk memotret penelitian di lapangan. "Hari ini, survei tidak digunakan untuk memotret, tapi digunakan untuk membangun opini. Survei itu tidak gratis. Berarti ada yang mengorder. Yang mendapat manfaat tertinggi tentu siapa dia yang mengorder," tandas Romy.

  • Arya Wicaksana


loading...