Skip to main content

Sudah 6 Bulan Polres Gowa Belum Tangkap Pembunuh Penjual Coto

Sudah 6 Bulan Polres Gowa Belum Tangkap Pembunuh Penjual Coto
Almarhum Dahlan Daeng Liwang, korban pembunuhan di Gowa, Sulawesi Selatan. (IST/HO)

KABAR.NEWS, Gowa - Polres Gowa, Sulawesi Selatan, hingga saat ini belum mampu mengungkap siapa pelaku pembunuhan penjual coto bernama Dahlan Daeng Liwang (52).


Dahlan ditemukan tewas berlumur darah di Jalan Inspeksi Kanal tepatnya di samping Peremuhan Citra Land Celebes, Gowa, pada Kamis 19 Desember 2019 dini hari atau delapan bulan yang lalu.


Baca juga: Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pembunuhan Sadis di Bantaeng


Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir mengatakan saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan, meski pihak keluarga telah meminta polisi mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau (SP3).


"Masih berjalan, pelakunya masih kita lidik terus, belum ada perkembangan, tapi kalau sudah diketahui pelakunya pasti kita tangkap," ujar Jufri Natsir kepada KABAR.NEWS via seluler, Sabtu (27/6/2020).


Polisi Tertutup Ungkap Perkembangan Kasus Kepada Keluarga


Seminggu setelah kematian Dahlan, polisi memeriksa sejumlah saksi yang diketahui orang dekat atau yang mengetahui peristiwa berdarah tersebut.


Tapi dari rangkaian penyelidikan, penyidik Polres Gowa belum menetapkan satu orang pun sebagai tersangka. Hasda, anak dari Dahlan menyebut polisi hanya menyimpulkan bahwa orang tuanya tewas karena luka tembak bukan dibunuh dengan benda tajam.


a
Polisi saat menurunkan anjing pelacak atau K9 memeriksa lokasi pembunuhan di samping Citra Land Celebes. (IST)

"Setahu saya luka bapak ku luka tembak. Info saya dapat dari kepolisian dia bilang luka tembak. Lambat sekali ini ditangani, karena polisi bilang berdoa maki saja 1x24 jam ditahumi pelakunya karena dia katanya berusaha semaksimal mungkin bahkan Densus, Jibob diturunkan," ujar Hasda saat ditemui KABAR.NEWS di Gowa, Kamis (26/12/2019).


Satu bulan setelah kepergian almarhum, pihak keluarga Dahlan kembali mempertanyakan perkembangan kasus kematian tersebut. Namun keluarga merasa kasus ini ditutupi ditutup-tutupi Polres Gowa, sebab perkembangan kasus belum juga diketahui.


Melalui kuasa hukumnya, keluarga mereka mendesak agar pihak kepolisian segera mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).


"Sampai saat ini pihak kepolisian tidak pernah konfirmasi (keluarga) bagaimana perkembangan kasusnya, makanya ini didesak sama kuasa hukum untuk keluarkan SP2HP. Iya kurang lebih seperti itu (menutup-nutupi). Karna pihak kepolisian saja mengaku bahwa memang kasus ini sangat berbeda dengan kasus sebelumnya yang ditangani, ini sangat menarik, sangat unik, sangat tertutup rapih dan sulit," kata Hasda kepada KABAR.NEWS, Rabu (15/1/2020).


Polres Gowa Kesulitan Temukan Barang Bukti


Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gowa, AKBP Boy FS Samola, menuturkan bahwa pengungkapan kasus atas kematian Almarhum Dg. Liwang terkendala barang bukti dan saksi-saksi.


"Kendalanya karena barang buktinya terbatas, saksinya terbatas kita harus pelan-pelan. Kami telusuri jaringan-jaringan, perilaku korban itu teknis kita, tidak kita beberkan di sini," jelasnya saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (29/1/2020).


Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Pangkep Juga Setubuhi Mayat Kekasihnya


Lantaran kecawa kasus kematian sang ayah belum juga terungkap, pihak keluarga meminta pihak Polres Gowa, agar segera mengeluarkan surat Perintah Penghentian Penyidikan atau (SP3) atas kasus yang menimpa ayahnya.


Hasda menilai, polisi tak sanggup mengungkap kasus penembakan tersebut. Informasi terakhir yang diberikan polisi terhadap pihak keluarganya masih belum jelas. Intinya tidak ada perkembangan berarti. Ciri-ciri pelaku penembakan pun masih abu-abu.


Perempuan berhijab ini juga menambahkan bahwa seharusnya kasus pembunuhan yang menimpa sang ayah harus menjadi prioritas aparat kepolisian, sebab ayahnya tewas dengan luka tembak yang bersarang di tubuhnya.


Penulis: Reza Rivaldy/B

 

Flower

 

loading...