Skip to main content

Soal Harga BBM, Hidayat Nur Wahid Nilai Kebijakan Pemerintah Aneh

DPR RI

 


KABAR.NEWS, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai kebijakan pemerintah terkait dengan pembatalan kenaikan harga bahan Bakar Bakar (BBM) bersubsidi jenis premium sebagai kebijakan yang aneh. 


Pasalnya, sebelumnya pemerintah mengumumkan akan menaikan harga BBM jenis premium di wilayah Jawa, Madura dan Bali sebesar Rp7000 pada pukul 18:00 WIB. Namun dibatalkan kembali atas arahan dari Presiden Jokowi. 


Baca Juga: 


"Ini bagian dari yang tersampaikan kepada publik, yang begitu amat sangat terbuka. Menteri Zonan menaikan BBM satu jam, diturunkan lagi karena arahan dari bapak presiden, ini juga satu hal yang aneh," ujar Hidayat Nur Wahid di Kompleks DPR RI, Jakarta, (11/102018).


Hidayat Nur Wahid mencontohkan tahun lalu, Presiden Jokowi menaikan harga BBM tanpa menpertimbangkan daya beli masyarakat. Hidayat Nur Wahid mengatakan, alasan pemerintah saat itu, lantaran daya beli masyarakat turun. 


"Ini bagian-bagian yang menurut saya harusnya tidak tersampaikan ke publik, dalam artian menteri menaikan kemudian menurunkan, kemudian membangun argumentasi yang aneh-aneh," akunnya. 


"Harusnya itu berkoordinasi internal pemerintah, jadi ini ada apa, politik koordinasi didalam kabinet pak Jokowi, kok menteri bisa naikan kemudian diturunkan" tutupnya. 

 

  • Ruslan