Skip to main content

Saksi Kunci Korupsi e-KTP Tewas, ICW : Ada Upaya Sistematis Lawan KPK

kjhhjhjjkl
Ilustrasi.

 

KABAR.NEWS, Jakarta - Meninggalnya saksi kunci korupsi e-KTP, Johannes Marliem di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) memunculkan sorotan. Pasalnya, dengan meninggalnya Johannes Marliem membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kesulitan membongkar korupsi e-KTP yang di mana diduga melibatkan pejabat negara. 

Peniliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menegaskan terbunuhnya Johannes Marliem yang diduga bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri sebagai upaya sistematis untuk melawan KPK. Alasannya, sebelum meninggalnya Johannes Marliem, penyidik KPK Novel Baswedan juga mendapatkan aksi kekerasan. 

"Kematian JM (Johannes Marliem) semakin menunjukkan upaya menghambat dalam kasus e-KTP. Ini bentuk sistematis untuk melawan dan menghambat KPK dalam membongkar skandal yang diduga melibatkan banyak politikus," ujar Donal yang dikutip dari Liputan6.com.

Donal menganggap kematian Johannes Marliem menjadi berkas bagi para koruptor yang diduga terlibat dalam kasus korupsi e-KTP. Dia berharap kematian Johannes Marliem dapat dijadikan pecutan agar KPK lebih bekerja keras melindungi saksinya, terutama saksi kunci.

"KPK harus bekerja ekstra keras untuk melindungi para saksi kasus e-KTP. Kematian JM menjadi lampu kuning bagi KPK untuk bertindak maksimal dalam melindungi saksinya," tandas Donal Fariz.