Skip to main content

Respons Putra Nurdin Abdullah Dituding Dalangi Izin Tambang Pasir Laut

Respons Putra Nurdin Abdullah Dituding Dalangi Izin Tambang Pasir Laut
Muh. Fathul Fauzi Nurdin. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Putra Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, M Fathul Fauzi Nurdin dituding sebagai penghubung hingga terbitnya izin tambang pasir laut untuk proyek reklamasi Makassar New Port (MNP) di Sulsel.


Fathul diduga merupakan perantara untuk pemberian izin konsesi tambang pasir laut di perairan Takalar oleh PT Nugraha Indonesia Timur dan Banteng Laut Indonesia. Kedua perusahaan ini melibatkan PT Boskalis Internasional Indonesia mengeruk pasir untuk MNP.


Baca juga: Jatamnas Ungkap Koneksi Politik Penambang Pasir Laut dengan Nurdin Abdullah

Dua perusahaan tersebut menurut Koalisi Selamatkan Laut Indonesia, merupakan milik teman Fathul Fauzi yakni Akbar Nugraha dan Abil Iksan yang juga tercatat sebagai pemegang saham di PT Banteng Laut Indonesia.

 

Menanggapi tudingan itu, Fathul Fauzi menampik jika dirinya ikut menjadi penghubung bagi perusahaan penambang pasir laut di balik proyek strategis nasional Milik Pelindo IV. Bahkan ia menantang pihak yang menuduhnya agar memperlihatkan bukti.


"Hahaa itu tidak benar. Tudingan itu harusnya ada bukti kalau memang saya terlibat ," ucap Fathul Fauzi saat dikonfirmasi KABAR.NEWS via Whatsapp, Rabu (16/9/2020).


Koordinator Jatamnas Merah Johansyah menyebut pemilik saham PT Nugraha Indonesia Timur dan Banteng Laut Indonesia merupakan bekas tim sukses pasangan Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman di Pilgub Sulsel. Izin konsesi itu diduga kuat sebagai implikasi politik pilgub.

 

a
Bagan politik dugaan relasi politik Nurdin Abdullah dengan perusahaan pemegang izin tambang pasir laut di perairan Takalar. (YouTube/Screen shot)

Tak hanya itu, Jatamnas bersama Koalisi Selamatkan Laut Indonesia, juga menyebut pemberian izin konsesi tambang pasir laut untuk kedua perusahaan tersebut karena Komisaris Utama di PT Banteng Lautan Indonesia adalah Sunny Tanuwidjaja. 


Sunny tak lain masih menjabat Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai ini merupakan kendaraan Uji, sapaan Fathul Fauzi, saat ikut pencalonan legislatif Pemilu 2019.


Sunny juga diketahui adalah mantan staf khusus Pemprov DKI Jakarta masa kepemimpinan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Menurut Jatamnas, Sunny juga pernah dikaitkan dengan kasus suap anggota DPRD Pemprov DKI Jakarta Muh Sanusi, dalam kaitan dengan reklamasi Pulau G di Pantai Utara Jakarta.


Baca juga: Nelayan Tinggalkan Pulau Kodingareng Karena Merasa Diteror Polisi

Meski demikian, Uji tak menampik dan mengaku jika keduanya merupakan teman dekatnya. Namun, saat ditanya apakah Akbar Nugraha dan Abil Iksan tercatat sebagai pemegang saham di PT Banteng Laut Indonesia, dirinya mengaku tak tahu.


"Wahh saya kurang tau kalau itu. Saya tidak mengurus hal-hal beginian.Coba tanyakan ke orangnya," ujarnya. 


Bahkan dirinya merasa heran saat dituding terlibat dan menjadi dalang di balik Tambang Pasir dan Reklamasi Proyek Makassar New Port (MNP) di Sulsel. "Jadi itu tudingan tidak benar. Makanya saya juga heran (Namanya ikut tercatut)" pungkasnya.


Penulis: Darsil Yahya/A

 

Flower

 

loading...