Skip to main content

Razia Ranmor, Satlantas Polres Jeneponto Jaring "Cabe-cabean"

Razia Ranmor, Satlantas Polres Jeneponto Tilang "Cabe-cabean"
Satlantas Polres Jeneponto menggelar razia kendaraan bermotor di jalan Sultan Hasanuddin tepatnya depan kantor Kejaksaan Negeri Jeneponto, Rabu (15/1/2020). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)

KABAR.NEWS, Jeneponto - Satlantas Polres Jeneponto, Sulsel, menggelar razia kendaraan bermotor atau Ranmor di Jalan Sultan Hasanuddin tepatnya depan kantor Kejaksaan Negeri Jeneponto, Rabu (15/1/2020).


Puluhan pengendara terlihat terjaring pada razia ini. Para pengendara tersebut pun diberikan surat tilang dan ada kendaraan yang terpaksa diboyong ke Mapolres Jeneponto.


Operasi yang berlangsung sekira dua jam ini tampak diawasi dengan ketat oleh anggota Propam. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Turjawali, Ipda Baharuddin.


Pantauan KABAR.NEWS, salah satu pengendara motor yang terjaring pada razia ini adalah perempuan yang berboncengan tiga atau yang biasa dipopulerkan sebagai "Cabe-cabean".


Ipda Baharuddin, mengatakan puluhan pengendara diberikan surat tilang oleh petugas kepolisian lantaran tidak menggunakan helm dan tidak dapat menunjukan surat kendaraan.



"Kita amankan satu unit motor,“ kata Kanit Turjawali Ipda Baharuddin, Rabu sore.


Ia menyebutkan, operasi penegakkan hukum ini merupakan sebuah atensi untuk memberikan pemahaman kepada para pengendara agar mengikuti peraturan lalul intas.  Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat disiplin berlalulintas dan menekan fatalitas kecelakaan lalu-lintas.


Operasi itupun, sengaja dilaksanakan agar para pengendara yang nakal merasa jera dan bisa mematuhi peraturan yang berlaku.  Hal ini terbukti dengan banyaknya kendaraan yang ditilang karena tidak bisa menunjukkan kelengkapan kendaraan maupun identitas pribadi sebagai pengendaranya.


"Kita berhasil menjaring atau menilang  pengedara 15 pelanggar, dengan rincian tidak pakai helem 9, SIM, 2, STNK 3 satu sepeda motor yang diamankan 1 karena tidak dilengkapi surat surat yang sah," pungkas Baharuddin.


Penulis: Akbar Razak/B

 

loading...