Skip to main content

Potensi Saling Jegal Rekomendasi Parpol di Pilkada Bulukumba

kabar.news
Ilustrasi Pilkada Serentak. (DOK;KABAR.NEWS)

 

 

KABAR.NEWS, BULUKUMBA - Lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) memiliki pandangan sendiri terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bulukumba yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang. 

 

Menurut Manager Strategi dan Pemenangan, Nursandy Syam, Pilkada Bulukumba akan berjalan ketat. Tak hanya pertarungan dukungan di grassroot tetapi politik jegal menjegal terhadap dukungan parpol sulit untuk dihindari.

 

"Kontestasi dalam perebutan parpol sudah sangat terasa di awal, konfigurasi dukungan parpol yang terjadi memungkinkan diikuti lebih dari 3 poros politik," ujar Sandy sapaan Nursandy dihubungi KABAR.NEWS, Kamis (2/7/2020). 

 

Meski begitu, Sandy menilai paket pasangan juga semakin terang dari para figur yang akan bertarung. Namun mengingat masa pendaftaran masih terhitung beberapa bulan lagi. 

 

"Perebutan dukungan parpol akan semakin sengit. Politik last minute juga sangat berpeluang terjadi," jelasnya. 

 

Kata Sandy, pasangan calon Askar-Arum Spink selain PPP, kemungkinan besar mengendarai Nasdem. Tomy Satria-Andi Makkasau sudah meraih dukungan dari PDIP, PBB dan PKB. 

 

Paslon lainnya, lanjut alumni UNM ini ada Jamaluddin M Syamsir-Andi Mattampawali yang mampu menyakinkan partai Berkarya, PKS dan Golkar. Meski masih saling klaim dengan kader Golkar Andi Hamzah Pangki. 

 

Tak hanya itu, Andi Hamzah Pangki-Andi Murniaty Makking juga mengklaim Golkar, Demokrat dan Hanura. Andi Muchtar Yusuf (Andi Utta)-Andi Edy Manaf berpeluang mengendarai Gerindra, PAN. 

 

"Dukungan parpol ke masing-masing bakal calon kepala daerah masih tergolong dinamis," bebernya. 

 

Kendati demikian, Nasdem dan Golkar sampai saat ini belum menyatakan sikap secara tegas di Pilkada Bulukumba. Lantaran, memiliki kader-kader yang saling bersaing.

 

 

 

  • Penulis: Afri/B

 

 

 

 

Flower

 

loading...