Skip to main content

Polisi Selidiki Pengambil Jenazah Corona yang Dijamin Legislator Makassar

Polisi Selidiki Pengambil Jenazah Corona yang Dijamin Legislator PKS
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Polisi menyelidiki kasus pengambilan jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 dari RSUD Daya, Kota Makassar, karena dijamin oleh seorang anggota dewan.

 
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait unsur pidana atau tidak atas kejadian tersebut.


"Kita masih penyelidikan," singkatnya kepada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2020)


Peristiwa membawa pulang jenazah pasien terkait Covid-19 oleh keluarga dari RSUD Daya Makassar terjadi pada Sabtu (27/6/2020). Mereka mengambil jenazah karena dijamin Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim.

 

Jenazah yang dinyatakan sebagai PDP Covid-19 ini berinisial CR (49). Hadi Ibrahim mengakui bahwa dirinya juga merupakan kerabat dekat almarhum.


"Kami mendapatkan info bahwa hasil swab itu akan keluar jam 6 atau jam 7 malam. Sedangkan pasien ini, masuknya pagi dan meninggal dunia sekitar jam 11 siang," kata dia beberapa waktu lalu.


Pertimbangan tersebut diakui Hadi, membuatnya memberanikan diri menjadi penjamin agar jenazah segera dibawa pulang oleh pihak keluarga dan dimakamkan sesuai dengan syariat Islam. Proses penjaminan, disaksikan langsung oleh jajaran petugas dari gugus tugas Covid-19 Sulsel.


"Maka saya menimbang dengan pertimbangan syariat Islam dan pertimbangan keamanan keluarga almarhum untuk segera menyelenggarakan proses pemusaran jenazah. Dan Alhamdulillah pakaian alat pelindung diri (APD), kami diberikan dari Rumah Sakit Daya," ungkapnya.


Setalah dibawa pulang ke kediaman keluarga, jenazah kemudian ditangani sesuai proses pelaksanaan umumnya. Dimandikan, disalatkan di masjid di lingkungan tempat tinggal pasien hingga dikembumikan di pemakaman umum setempat.


Sadar bahwa kerabatnya ini dinyatakan PDP, Hadi memastikan bahwa seluruh keluarga almarhum, bersedia diisolasi mandiri sesuai ketentuan protap pencegahan Covid-19.


"Kita akan patuh terhadap aturan yang ada. Sudah ada juga koordinasi ketua-ketua RT terkait ini bahkan sebelumnya kita sudah ada rapid test kepada warga," pungkasnya.


Penulis: Reza Rivaldy/C

 

Flower

 

loading...