Skip to main content

Polisi Belum Jerat Tersangka, Masker Mahal Intraco Diserahkan ke RS

Polisi Belum Tetapkan Tersangka, Masker Mahal Intraco Diserahkan ke RS
Barang bukti ribuan masker yang disita Polda Sulsel dari CV Intraco dan CV Mina Bahari Internusa. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) belum menetapkan tersangka kasus dugaan perlindungan konsumen dan praktik monopoli perdagangan masker oleh CV Intraco dan CV Mina Bahari Internusa, sejak bergulir 4 Maret lalu.


Ribuan masker yang disita dari perusahaan tersebut, kini diserahkan polisi ke rumah sakit rujukan pasien Virus Corona atau Covid-19 di Sulsel. Sebelum dialihakn ke rumah sakit, ribuan masker tersebut terlebih dahulu dikembalikan ke pemiliknya.


Baca juga: Kasus Masker: Polisi Lamban Jerat Pengusaha, Cepat Tersangkakan Mahasiswa


Kasubdit 1 Indag Dirkrimsus Polda Sulsel Kompol Arisandi mengatakan, penyerahan puluhan ribu masker yang disita pihaknya ini berdasarkan kepentingan masyarakat dan tim medis.


"Masker tersebut telah dihibahkan pemilik kepada RS Bhayangkara untuk disalurkan kepada rumah sakit rujukan yang saat ini menangani virus korona agar bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya," kata Arisandi di Mapolda Sulsel, Rabu (25/3/2020).


Dia menjelaskan tidak semua masker tersebut diserahkan ke rumah sakit rujukan sebab, masker yang sebelumnya dijual dengan harga selangit oleh Intraco dan akan diselundupkan ke Malaysia itu digunakan untuk kepentingan penyelidikan.


Ditanya soal lambannya perkembangan kasus yang menjerat dua Intraco dan Mina Bahari Internusa, Arisandi mentatakan bahwa proses hukumnya kini masih tetap berjalan.


"Kasusnya kini masih dalam pemeriksaan melengkapi pemberkasan dan pemeriksaan lebih lanjutnya. Masih status penyidikan belum ada kita tetapkan tersangka," ucap Kompol Arisandi.


Baca juga: Bos CV Intraco Ungkap Ada Calo di Balik Peredaran Masker dan Sinitaizer


Penanganan kasus masker oleh Polda Sulsel menuai kritik dari berbagai kalangan. Polisi dianggap tebah pilih dalam menetapkan kasus-kasus dugaan penimbunan dan monopoli masker yang terjadi saat wabah Corona.


Bukti tebang pilih tersebut ketika dua mahasiswa yang hendak mengirim ribuan lembar masker ke Selandia Baru pada 3 Maret 2020, justru telah ditetapkan sebagai tersangka praktik perdagangan. Sementara, penanggung jawab dari Intraco dan Mina Bahari Internusa belum dijerat pasal apapun.

 

Direktur CV Intraco, Andry Wong, mengklaim kooperatif dengan polisi dalam penyelidikan kasus masker yang dia jual seharga Rp300 ribu per kotak. Dia bilang, ribuan maskernya disumbangkan untuk kebutuhan medis.

 

"Saya selaku direktur Intraco dengan besar hati menyumbangkan semua masker yang saya miliki untuk kebutuhan masyarakat dan kebutuhan tim medis. No koment tentang harganya yah," kata Andry di Mapolda Sulsel.


Penulis: Reza Rivaldy/B

 

loading...