Skip to main content

Polda Sulsel Tangkap Komplotan Pencuri Kabel PLN Lintas Daerah

Pelaku
Para pelaku pencurian kabel milik PLN yang diamankan aparat kepolisian saat diekspose di Aula Ditkrimum Polda Sulsel, Jumat (26/6/2020). (Kabar.news/Reza Rivaldy)

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Aparat Reserse Kriminal Mobile (Resmob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan mengungkap kasus pencurian kabel opstik NYY milik erusahaan Listrik Negara (PLN).


Dalam pengungkapan kasus pencurian dan pemberatan atau curat tersebut, polisi meringkus lima orang tersangka. Sementara dua orang masih berstatus buron. 


Pelaku bernama Ismail (24) yang bertindak sebagai pemetik atau eksekutor. Sementara empat tersangka lainnya bertindak sebagai penadah hasil curian, yakni Widiyanto (27), Abdur Rahman (63), Melisa (28), dan Naslih (43). 


Perwira Unit (Panit) Sidik Resmob Polda Sulsel, Iptu Haris, mengungkapkan, komplotan pencuri tersebut dibekuk di beberapa lokasi berbeda di Kota Makassar, pada Rabu (24/6/2020) lalu.


Selain tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti barang bukti kabel tembaga seberat 200 Kg dari tangan para pelaku.


"Untuk kabel kita hitungnya berat, kurang lebih 200 Kg untuk barang buktinya. Yang empat orang ini penadah, yang 200 Kg (kabel) dia sebar barangnya dijual ke pengepul, dan inilah beberapa orang pengepul (penadah) yang kami amankan," jelasnya kepada wartawan di aula Direktorat Kriminal Umum Polda Sulsel, Jumat (26/6/2020).


Kata Iptu Haris, dalam melancarkan aksinya, pelaku Ismail beserta dua orang rekannya yang masih buron menyamar sebagai petugas PLN agar tidak dicurigai warga.

"Para pelaku ini bertiga menggunakan mobil dengan seragam menyerupai petugas PLN. Peran DPO, mereka sama-sama ada yang jadi driver, membongkar, ada yang menggunting langsung gitu," jelas Haris.

 

Sasar Gardu-gardu PLN di Tepi Jalan

 

Selain menyamar sebagai petugas PLN, komplotan pencuri kabel ini beraksi saat jam-jam warga sedang beribadah. Tidak hanya malam hari, bahkan komplotan ini nekat beraksi di siang bolong.


"Di jam-jam masyarakat tengah beribadah dan beraktivitas, tanpa menarik kecurigaan masyarakat setempat. Iya mereka juga menyasar gardu-gardu PLN di tempat sepi," ungkapnya.


Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku ini telah melancarkan aksinya di dua daerah, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Bahkan tidak menutup kemungkinan aksi pencurian kabel juga dilakukan komplotan ini di wiliayah lainnya.


"Lintas kabupaten, untuk sementara kita dalami Makassar dan Maros. Tapi tidak menutup kemungkinan ada di daerah lain. Mengingat ada beberapa informasi aksi serupa di daerah lain, cuman belum ada laporan ke kita," beber Haris.


Menurutnya, pelaku sudah melancarkan aksinya sebanyak 32 kali, dan dari hasil pendalaman, pihak PLN dirugikan hingga puluhan juta rupiah."Mereka juga sudah cukup lama, untuk introgasi sementara itu 32 kali, mulai bulan Maret 2020 sampai sekarang, masih kami dalami. Kerugian kurang lebih Rp31 Juta," imbuhnya.


Terancam 12 Tahun Kurungan Penjara


Para pelaku pun kini sudah berada di ruang tahanan Ditkrimum Polda Sulsel, dan diancam dengan kurungan maksimal 12 tahun penjara."Ancaman 363 KUHPidana sub pasal 362 KUHP ancaman maksimal 12 tahun," pungkasnya.


Ismail yang merupakan eksekutor dalam kasus pencurian mengakui perbuatannya. Dia mengaku terpaksa melakukan aksi pencurian tersebut karena terhimpit biaya persalinan sang istri.


"Mencuri kebetulan mau biaya lahiran istri kemarin. Iya sih (tegangan tinggi) tapi mau gimana lagi kebetulan ini pandemi lagi susah," akunya.


Kata dia, dirinya baru saja mempelajari teknik atau cara mencuri kabel bertengangan tinggi itu, dan jika berhasil mengambil kabel, ia langsung menjualnya senilai Rp50 ribu perkilonya.


"Kemarin ada teman sudah ajar saya jadi saya lihat saja. Dua bulan belajar. Setiap jual harga Rp50 ribu per-kilo. Iya saya menyesal," sesalnya.


Penulis : Reza Rivaldy/A
 

 

Flower

 

loading...