Skip to main content

Pesan Menohok Putri Yusran untuk Gubernur Nurdin Abdullah

yusran yusuf
Dok.ist

KABAR.NEWS, Makassar - Pemegang tongkat komando Pemerintah (Pemkot) Kota Makassar resmi berganti. Dari Yusran Jusuf ke Rudy Djamaluddin.  Pelantikan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar dilakukan di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Sungai Tangka, Jumat (26/6/2020).


Yah, pergantian pucuk pimpinan Pemkot Makassar memang terbilang cukup mengagetkan. Yusran tiba-tiba diganti, padahal belum cukup dua bulan menjabat, tepatnya 43 hari sejak dirinya dilantik di gedung Balai Kota Makassar, pada Rabu (13/5/2020) lalu oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Salah satu alasannya karena Yusran tidak mampu meredam penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Kota Daeng.


Selain itu, Nurdin Abdullah beralasan jika penggantian Pj Wali Kota Makassar juga untuk menjaga harkat dan martabat Pemerintah Provinsi Sulsel. Bahkan, Yusran yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel dianggap tidak profesional dalam menjalankan tugas pj wali kota.


Keputusan serta alasan Nurdin Abdullah terkait pergantian Pj Wali Kota Makassar tersebut, rupanya direspon oleh Nurul Khalisah Maisuri, putri Prof Yusran. Pesan menohok pun Ia sampaikan untuk Nurdin Abdullah selaku orang yang berwenang mencopot ayahnya.


Melalui story akun Instagram pribadinya dengan nama akun @nurulmaisuri, Khalisah meluapkan isi hatinya. Menurutnya, alasan pencopotan ayahnya oleh Nurdin Abdullah adalah tindakan menjatuhkan karir ayahnya. Padahal, keluarganya telah banyak membantu keluarga Nurdin Abdullah di pemerintahan.


Berikut curhatan Nurul Khalisah Maisuri yang dikutip KABAR.NEWS dari akun Instagram pribadinya:


Teruntuk gubernur kami, Prof. Nurdin Abdullah

Saya merasa perlu menuliskan ini karena menyangkut keluarga saya terkhususnya ayah saya, orang yang paling saya cintai

Saya sudah mengenal bapak sejak saya kecil sebagai teman ayah saya. Bahkan dari kecil saya sudah sangat mengidolakan bapak, bapak orang yang sangat baik dan dermawan. 

Dari kecil, setiap tahunnya bahkan sampai tahun ini saya pasti sangat senang tiap hari lebaran jika diajak orang tua saya berkunjung ke rumah bapak Ketika bapak mencalonkan menjadi gubernur sul-sel saya sangat berharap bapak terpilih. bahkan keluarga besar saya memberi dukungan penuh pada bapak setelah mengetahui pribadi dan kepemimpinan bapak dari cerita ayah saya. Sudah 2 tahun berlalu sejak bapak terpilih tapi sticker kampanye bapak masih tertempel di depan pintu rumah saya. Bahkan dulu saya berharap bapak bukan hanya menjadi gubernur tapi dapat menjadi seorang presiden nantinya, semoga setiap jalan bapak akan dimudahkan oleh Allah SWT.


Kami sekeluarga bukan berasal dari keluarga terpandang, ayah saya merintis karir dari 0 dengan kakinya sendiri, dan alhamdulillah dapat mencapai impiannya di kampus menjadi seorang dekan. Pada saat periode keduanya, bapak memanggil ayah saya untuk bekerja sama di provinsi. Jujur keputusan yang sangat berat bagi ayah saya untuk meninggalkan apa yang sudah ia mulai dari 0 dengan keringatnya sendiri. Tapi ayah saya memilih untuk membantu bapak di provinsi, dan menjadi ketua bapelitbanda. Tidak lama setelah itu, bapak kembali memilih ayah saya untuk menjadi pj walikota makassar, sungguh sesuatu yang tidak pernah kami mimpikan. Namun, dalam waktu yg singkat bapak juga kembali menurunkan ayah saya. Jujur, saya sangat kecewa, bapak dengan mudahnya menempatkan dan menurunkan seseorang.

Apakah evaluasi dapat dinilai dalam waktu kurang dari 2 bulan? Dari awal, bapak yang menarik ayah saya ke dunia pemerintahan namun bapak pula yang menjatuhkan ayah saya. Secara tidak langsung dengan cara ini bapak telah merusak karir ayah saya dan juga merusak nama baiknya di luar sana. Namun saya yakin orang yang mengenal ayah saya pasti tau ayah saya orang yang seperti apa.

Hari ini telah resmi ayah saya tidak lagi menjadi pj walikota, bapak menempatkan kembali ayah saya menjadi ketua bapelitbanda. Namun, ayah saya memilih untuk kembali ke kampus, tempat dimana ia memulai karirnya dari awal, tempat dimana ia dihargai oleh orang lain, dan saya ikut senang dengan keputusan ayah saya untuk kembali ke kampus semoga apa yang terjadi merupakan jalan terbaik dari Allah SWT. Aamiin

Saya sama sekali tidak menaruh dendam pada bapak atas apa yg baru saja terjadi, bapak pemimpin kami, saya sangat menghargai setiap keputusan bapak. Saya yakin bapak pemimpin yang baik, semoga tiap keputusan yang diambil tidak akan disesali nantinyaSaya tidak tau apakah tulisan saya dapat sampai kepada bapak, saya sadar saya bukan siapa-siapa.

Tapi saya berharap tidak akan ada orang lain yang merasakan ini, cukup kami saja. Saya selalu mendoakan yang terbaik bagi bapak dan keluarga. Setiap perbuatan akan dibalas oleh Allah SWT sesuai dengan porsinya. Bapak adalah pemimpin kami semua, Ietakkan pula dunia dan kekuasaan yg bapak punya di hati, jangan hanya di tangan, Maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Saya sangat menantikan sulawesi selatan yang lebih baik kedepannya pak."


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Nurul Khalisah Maisuri (@nurulmaisuri) on


Berita Terkait:


Penulis: Darsil/B

 

Flower

 

loading...