Skip to main content

Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,01 Persen, Jokowi : Karena Infrastruktur

safasfwfqw
Presiden Jokowi.(INT)

 

KABAR.NEWS, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2017. Berdasarkan data BPS tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada posisi 5,01 persen. 

Dengan pertumbuhan 5,01 persen, menempatkan Indonesia berada pada kelompok 3 terbaik dibandingkan negara-negara besar G-20. Ekonomi Indonesia hanya kalah dari India dan Tiongkok. 

Kondisi ekonomi tersebut disyukuri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Alasannya, dengan pertumbuhan ekonomi 5,01 persen melampui negara besar seperti Korea Selatan, Meksiko, Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang. 

"Semuanya berada di bawah kita dan itu patut kita syukuri,"ujar Jokowi yang dikutip dari laman Setkab saat membuka Pasanggiri Nasional serta Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017, di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Ia mengaku kondisi ekonomi dunia yang sedang melemah, tidak berdampak secara langsung ke perekonomian Indonesia. Selain pertumbuhan ekonomi, kondisi inflasi juga cukup terkendali pada angka 3,35 persen. 

"2016 Alhamdulillah 3,02 persen, artinya pengendalian harga ini bisa dilakukan dengan baik," kata dia.

Jokowi memaparkan keberhasilan Indonesia menjaga stabilitas ekonomi tak lepas dari pembangunan infrastruktur yang begitu gencar dilakukan. Ia menilai pembangunan infrastruktur adalah kebutuhan yang sangat mendasar dalam rangka persaingan dengan negara-negara lain. 

Ia menyebutkan, perbatasan diperbaiki, pelabuhan-pelabuhan besar dibangun meskipun belum selesai tapi terus akan dikerjakan agar segera selesai. Jalan tol di luar Jawa juga dimulai, jalur kereta api di luar Jawa kita mulai, airport di pulau-pulau terpencil juga bisa beberapa diselesaikan dalam tiga tahun ini.

"Dengan ini apa yang akan kita peroleh? Akan terjadi mobilitas barang dan mobilitas orang yang bisa nantinya menurunkan harga-harga bahan pokok di seluruh tanah air," kata Jokowi.

Jokowi mengakui, memang belum semua proyek infrastruktur yang dibangun itu selesai, sehingga belum dirasakan oleh masyarakat.