Skip to main content

Pernikahan Putri Bupati Jeneponto: Gubernur Saksi, Maharnya Uang Arab

Gubernur Jadi Saksi Akad Nikah Anak Bupati Jeneponto dan Konawe
Prosesi ijab kabul akad nikah putri Bupati Kabupaten Jeneponto Iksan Iskandar yang dihadir Gubernur Provinsi Sulsel Nurdin Abdullah (kedua kanan), di Jeneponto, Jumat (26/6/2020). (IST/HMS)

KABAR.NEWS, Jeneponto - Bupati Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Iksan Iskandar menggelar acara pernikahan putrinya yakni Irma Dwiyani Iksan di rumah jabatan, Jalan Kenangan, Jeneponto, Jumat (26/6/2020).


Irma dipersunting Fachry Pahlevi Konggoasa yang merupakan putra Bupati Kabupaten Konawe, Sultra, Kerry Saiful Konggoasa. Gubernur Provinsi Sulsel, Nurdin Abdullah, hadir sebagai saksi mempelai perempuan pada akad nikah ini.


Baca juga: Masih Dilarang Adakan Resepsi Pernikahan di Makassar


Pantauan reporter KABAR.NEWS, akad nikah ini berlangsung sederhana dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Para tamu yang hadir terlihat sedikit jika dibanding hajatan nikah pada umumnya.


Pemeriksaan kesehatan di lokasi pernikahan putri Bupati Kabupaten Jeneponto, Jumat (26/6/2020). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)
Pemeriksaan kesehatan di lokasi pernikahan putri Bupati Kabupaten Jeneponto, Jumat (26/6/2020). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)

"Setiap tamu yang hadir diwajibkan periksa suhu tubuh dan wajib bermasker dengan tetap menjaga jarak satu sama lain," ujar Kabag Humas Pemda Jeneponto Mustaufiq kepada KABAR.NEWS.


Sekadar diketahui, mas kawin atau mahar pernikahan anak pejabat ini berupa mata uang Arab Saudi senilai 88 riyal atau setara Rp335 ribu, 1 stel emas dan sebidang tanah.


Dikonfirmasi terpisah Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo menuturkan resepsi pernikahan dapat digelar dengan protokol kesehatan.

 

"Pernikahan diperbolehkan dengan menerapkan protokol covid," kata Ibrahim.


Baca juga: Dibolehkan Pj Wali Kota, Polisi Ancam Bubarkan Resepsi Pernikahan


Padahal, Ibrahim sempat mewanti-wanti masyarakat agar tak menggelar resepsi pernikahan selama pandemi Covid-19. Pihaknya bahkan mengancam bakal membubarkan pesta pernikahan.

 

Kapolri Jenderal Idham Azis telah menerbitkan Maklumat nomor 2/III/2020 salah satunya mengatur larangan kegiatan sosial, budaya, keagamaan yang bertujuan mengumpulkan banyak orang selama pandemi Covid-19.


Penulis: Akbar Razak-Reza Rivaldy/A

 

Flower

 

loading...