Skip to main content

Perintah Presiden Jokowi, Kenaikan Harga BBM Premium Ditunda

a
Ilustrasi BBM jenis premium di SPBU. (INT/Merdeka)

KABAR.NEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan untuk mengevaluasi rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, Rabu (10/10/2018) beberap jam setelah Jonan mengumumkan bahwa harga premium naik menjadi Rp7.000 per liter.

Permintaan Presiden Jokowi kepada Menteri ESDM agar mengevaluasi rencana kenaikan harga premium, disampaikan Kepala Biro KLIK Kementerian ESDM, Agung Pribadi. Kata Agung, penundaan kenaikan premium sembari menunggu kesiapan PT Pertamina.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, rencana kenaikan harga Premium di Jamali (Jawa, Madura, Bali) menjadi Rp7.000 per liter dan di luar jamali menjadi Rp6.900 per liter agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina," kata , Agung Pribadi, dilansir dari kumparan.

Sebelumnya Menteri Jonan menjelaskan kenaikan harga premium mencapai 7 persen adalah sesuai pertimbangan Presiden Jokowi, dengan alasan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.


Baca juga:

Namun, kebijakan tersebut harus ditunda. Agung melanjutkan belum diketahui sampai kapan kenaikan harga Premium ini ditunda. Pemerintah akan mencermati kembali kenaikan harga minyak.

"Belum tahu, kita lihat dulu perkembangan harga minyak dan kesiapan Pertamina," katanya.